Malang Raya
Pembangunan Islamic Center, Wali Kota Malang Ingatkan Semua Pihak Jangan Bermain Kotor
Wali Kota Malang, M Anton, mengingatkan supaya proses pembangunan Islamic Center berjalan tertib dan rapi.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Wali Kota Malang, M Anton, mengingatkan supaya proses pembangunan Islamic Center berjalan tertib dan rapi.
Karenanya ia meminta pembangunan proyek prestisius itu mendapatkan pendampingan dari Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D), serta melibatkan tim pencegahan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Pekerjaan harus dilakukan secara rapi dan tertib, mulai dari pengkajian, aspek hukum melibatkan semua pihak. Perencanaan juga dilakukan secara bersih," ujar Anton di sela-sela pemaparan Detail Enggineering Design (DED) Islamic Center di Hotel Gajahmada Kota Malang, Rabu (25/10/2017).
Ia mengatakan ingin melalui penghujung jabatannya secara tenang.
“Eksekutif dan legislatif ini kan sebentar lagi pensiun, lalu pemilihan ulang, nah sebelum itu tinggalkan sesuatu yang benar-benar baik,” tegasnya.
Sementara itu, konsultan yakni PT KOsa Matra Graha menyampaikan paparan akhir DED Islamic Center. DED ini merupakan DED pembangunan Islamic Center tahap pertama yang dibangun tahun 2018. Tahun depan anggaran pembangunan tahapan ini sebesar Rp 45 miliar.
Tahap pertama ini membangun Zona 3 yang antara lain terdiri atas aula, sarana dan prasarana ibadah umat Islam, juga area stand UKM.
"Kalau DED ini final, nanti Januari bakal kami lelang dan siap untuk dibangun. Paparan akhir ini melibatkan sejumlah pihak, seperti para ulama dan tokoh masyarakat," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Hadi Santoso.
Dalam pemaparan itu diketahui, Islamic Center itu nantinya bakal memiliki menara tertinggi di Kota Malang, setinggi 77 meter. Menara tersebut memiliki tujuh lantai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/islamic-centre_20161222_182856.jpg)