Breaking News:

Malang Raya

Alat Deteksi Bencana Milik Universitas Brawijaya Malang Dipasang di Kota Batu

Dua alat ini dipasang ditempat yang berbeda. Yakni di Lantai 5 Balai Kota Among Tani dan SDN Sumberejo 1.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Tim BPBD memasang alat Sistem Informasi Deteksi Dini Bencana di lantai 5 Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Kamis (26/10/2017). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Alat Sistem Informasi Deteksi Dini Bencana milik Universitas Brawijaya (UB) Malang dipasang di Kota Batu, Kamis (26/10/2017).

Pemasangan alat deteksi ini untuk membantu Kota Batu mendapatkan informasi terkait curah hujan. Alat yang dipasang ini masih satu paket, yakni terdiri dari Receiver dan Transmitter.

Dua alat ini dipasang ditempat yang berbeda. Yakni di Lantai 5 Balai Kota Among Tani dan SDN Sumberejo 1.

Alat yang dipasang di Lantai 5 Balai Kota Among Tani yakni Receiver sebagai penerima informasi. Sedangkan di SDN Sumberejo 1 dipasang alat Transmitter sebagai pemberi sinyal.

Ketua Penelitian Dr Fatwa Ramdani mengatakan, pemilihan pemasangan alat ini di Kota Batu karena Kota Batu termasuk daerah rawan bencana. Mengingat Kota Batu berada di daerah pegunungan.

"Alatnya baru dipasang di Kota Batu, pemasangan alat ini selain membantu untuk mendeteksi curah hujan," kata Fatwa, seusai memasang alat Receiver di Lantai 5 Balai Kota Among Tani, Kamis (26/10/2017).

Ia menyebutkan, alat yang dipasang di SDN Sumberejo ada CCTV-nya. CCTV ini berfungsi untuk merekam kejadian di sekitar Gunung Banyak, karena CCTV ini mengarah ke Gunung Banyak. Tetapi, CCTV ini juga bisa mengarah dan berputar hingga 360 derajat.

Data yang masuk dari alat itu, langsung bisa nyambung ke Pusdalops BPBD Batu.

"Sistemnya alat ini berfungsi dan bekerja secara online. Alat ini bisa mendeteksi curah hujan yang tinggi. Jika curah hujan tinggi mencapai 2000 milimeter, alat ini akan mengirimkan sinyal ke monitor," imbuhnya.

Kasi Penanganan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu Gatot Noegroho menambahkan, dengan adanya alat ini, pihaknya sangat terbantu untuk mendapatkan informasi cuaca, terutama saat hujan.

"Ya sekarang lagi memasuki musim hujan, jadi kami sangat terbantu dengan alat ini. Untuk meningkatkan tingkat kewaspadaan dari BPBD dan juga masyarakat," kata Gatot.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved