Breaking News

Arema Malang

Asisten Pelatih Arema FC Singgih Pitono, Buka Rahasia Jadi Striker Tajam

Top skor Arema era Galatama itu membeberkan untuk bisa mencetak banyak gol, seorang striker harus bisa berfikir cepat.

Penulis: Alfi Syahri Ramadan | Editor: Dyan Rekohadi
instagram.com/aremafcofficial Sudah Diverifikasi
Singgih Pitono saat memberi keterangan media untuk Arema FC U-19, 

Laporan wartawan Surya Alfi Syahri Ramadana

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Menjadi seorang pemain depan dalam sepak bola bukanlah pekerjaan yang mudah.

Banyak tantangan dan juga perlu kerja keras untuk menjadi pemain depan atau striker yang hebat.

Ya, striker saat ini tidak hanya dituntut mampu mencetak banyak gol, tetapi juga harus mampu menjadi orang pertama yang melakukan pertahanan didepan.

Oleh karena itu, tidak mudah menjadi seorang striker handal.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin menjadi striker yang hebat.

Hal yang paling utama adalah dari sisi intuisi dan insting gol.

Sebab, seorang striker dituntut mampu dengan cepat mengambil keputusan ketika mendapat ruang tembak.

Asisten pelatih Arema FC, Singgih Pitono membeberkan bahwa untuk menjadi striker yang hebat selain harus mampu berfikir cepat juga harus memiliki stamina yang bagus.

Sebab, sepak bola adalah olahraga yang banyak mengandalkan lari.

Sehingga stamina harus benar-benar kuat untuk bisa menjalankan peran tersebut dengan baik.

"Modal utamanya adalah fisik dan stamina. Jika ini sudah dimiliki tentu bagian selanjutnya adalah bagaimana caranya mencetak gol ketika mendapat kesempatan," ucapnya Senin (30/10/2017).

Top skor Arema era Galatama itu membeberkan untuk bisa mencetak banyak gol, seorang striker harus bisa berfikir cepat.

Setelah mampu berfikir cepat tentu adalah pengambilan keputusan juga harus baik.

"Kalau saya dulu ketika dapat ruang kosong harus bisa melepaskan tembakan ke arah gawang. "

"Memang ada kalanya seorang striker harus sedikit egois ketika di kotak penalti. Selain itu gerakan tanpa bola juga harus bagus. Hal ini untuk memancing pemain belakang lawann agar tidak mudah membaca gerakan yang akan dilakukan. "

"Akan tetapi, hal tersebut tetap harus disesuaikan timingnya. Agar keputusan yang diambil bisa memberikan keuntungan pada tim yang dibela," tutupnya.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved