Selebrita

Biduan Eni Sagita Bicara Blak-Blakan Tentang Aksi Seronok di Panggung Dangdut

Eni Sagita menjadi terkenal karena mengeluarkan album Ngamen hingga beberapa seri yang meledak di blantika musik tanah air

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Eni Sagita, biduan asal Nganjuk 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Biduan dangdut Eni Sagita berterima kasih telah diundang mengikuti sosialisasi sensor mandiri oleh Lembaga Sensor Film (LSF). Dari kegiatan sosialisasi itu banyak pengetahuan baru yang diperolehnya.

"Selaku produser jadi mengetahui larangan-larangan yang tidak boleh ditampilkan. Kami tidak akan menampilkan lagi hal-hal yang negatif," ungkap Eni Sagita.

Sejauh ini Eni mengaku belum pernah album yang dikeluarkannya terkena sensor.

"Alhammdulilah selama saya membuat album belum pernah kena sensor," tambahnya.

Eni Sagita menjadi terkenal karena mengeluarkan album Ngamen hingga beberapa seri yang meledak di blantika musik tanah air.

Apalagi grup musik Eni Sagita membawa aliran musik Jaranan Dangdut atau Jardut. Aliran musik ini perpaduan musik kesenian jaranan dengan musik dangdut yang banyak penggemarnya.

Eni mengaku bakal selektif memilih lirik lagu yang dibawakannya. Karena tidak ingin lagi lirik lagu yang dibawakan mengundang gejolak di masyarakat.

"Bahasanya harus tersaring," tambahnya.

Eni tak menyangkal pada rekaman albumnya terdahulu ada gerakan erotis yang seronok. Hal itu terjadi karena belum pernah menerima sosialisasi tayangan yang patut dikonsumsi publik.

Selain itu pelaksanaan sensor saat itu masih dilakukan di Jakarta sehingga belum begitu tersaring.

Namun sekarang pelaksanaan sensor sudah dilakukan di Surabaya sehingga banyak mengetahui tentang bahasa daerah sehingga liriknya lebih tersaring.

"Dulu kan banyak album saya yang dibajak. Berbeda dengan sekarang kalau ada yang membajak diberantas petugas," ungkapnya.

Sebagai pemegang label Eni Sagita bakal lebih selektif dengan kostum yang dikenakan para penyanyinya.

"Termasuk adegan saweran seronok kami juga melarangnya," tambahnya.

Eni berharap sebagai pemilik CV dipermudah mendapatkan IUP.

Karena saat ini pemilik CV kalau ikut sensor film harus numpang kepada pemilik PT.

"Harapan kami pemilik CV juga boleh mengajukan sensor," tambahnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved