Breaking News:

Nasional

Registrasi Ulang Kartu Prabayar Pakai nama ibu kandung? Ealah . . Ternyata Begini Fakta Sebenarnya

Registrasi Ulang Kartu SIM Prabayar Pakai nama ibu kandung? Oalah . . . Ternyata Begini Penjelasannya

Editor: Adrianus Adhi
net
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.com - Memasuki akhir awal November 2017, masyarakat Indonesia harus melakukan registrasi kartu SIM prabayar. Baik itu untuk kartu SIM prabayar lama maupun baru.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mewajibkan registrasi kartu menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di KTP dan nomor Kartu Keluarga (KK).

Bagi pemegang nomor SIM prabayar baru maupun lama wajib melakukan registrasi dengan format SMS yang telah ditentukan mulai tanggal 31 Oktober 2017.

Adapun batas waktu registrasi ulang paling lambat pada 28 Februari 2018.

Yang masih membuat sebagian masyarakat bingung adalah keharusan menyertakan nama ibu kandung dalam proses registrasi ulang.

Banyak yang keberatan karena hal ini dikhawatirkan bisa membongkar data-data penting si pemegang kartu.

Dilansir Bpost Online dari Kompas Tekno, Pelanggan kartu SIM prabayar tak perlu menyerahkan nama ibu kandung saat melakukan registrasi.

Bisa dipastikan memakai nama ibu kandung merupakan informasi hoax.

Alasannya, nama ibu kandung menjadi informasi yang bersifat pribadi dalam sejumlah transaksi, seperti transaksi perbankan.

"Dengan mempertimbangkan perlindungan terhadap informasi yang bersifat pribadi dan dalam rangka memberikan rasa keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat, maka registrasi pelanggan jasa telekomunikasi tidak memerlukan data nama ibu kandung," begitu tertera dalam siaran pers Kementerian Kominfo yang dihimpun KompasTekno, Kamis (19/10/2017).

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved