Breaking News:

Malang Raya

Dinas Perindustrian Kota Malang Gelar Pelatihan Tentang Pengolahan Coklat

Pelatihan dan pembinaan tersebut khusus untuk pengolahan dari bahan dasar coklat untuk membuat segala macam jenis kue,

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Narasumber menjawab pertanyaan peserta pelatihan dalam pelatihan keterampilan kerja bagi tenaga kerja dan masyarakat di sektor industri makanan dan minuman yang digelar Dinas Perindustrian Kota Malang di Grand Palace Hotel, Kota Malang, Senin (6/11/2017) 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Dinas Perindustrian Kota Malang mengadakan pembinaan dan pelatihan keterampilan kerja bagi tenaga kerja dan masyarakat di sektor industri makanan dan minuman di Grand Palace Hotel, Senin (6/11/2017).

Pelatihan dan pembinaan tersebut khusus untuk pengolahan dari bahan dasar coklat untuk membuat segala macam jenis kue, serta menambah varian jajanan yang diproduksi oleh industri kecil menengah.

Kasi Mamin dan Agrokimia Dinas Perindustrian Kota Malang, Suswati mengatakan peserta adalah berasal dari pemilik industri makanan minuman yang memiliki kaitan dengan coklat.

Ada yang berbahan baku coklat, atau memiliki varian coklat. Bahkan ada pula IKM dengan produk yang tidak biasa dimodifikasi dengan coklat, seperti tempe berbalut coklat.

"Minat masyarakat terhadap coklat dan olahannya itu cukup tinggi di Kota Malang dan di sebagian besar kota lainnya. Maka industri makanan dan minuman olahan coklat memiliki peluang pasar yang sangat besar," tuturnya pada SURYAMALANG.COM.

Peluang besar itu akan membuat tuntutan produksi meningkat sehingga akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar industri kecil menengah tersebut.

"Pelatihan ini juga harapannya agar industri kecil menengah di Kota Malang bisa menambah wawasan dan pengetahuan lebih, serta meningkatkan pendapatan dengan menambah variasi produk olahan coklat. Bahannya juga mudah didapatkan, jadi tidak sulit untuk menambah varian atau memodifikasi produk yang sudah ada," lanjutnya.

Produksi coklat adalah nomor tiga di Indonesia. Apalagi, Suswati melanjutkan, ke depannya akan ada kampung coklat di Arjowinangun. Sehingga bahan baku coklat akan semakin mudah didapatkan.

"Kami juga akan melakukan monitoring kontinyu umtuk mengetahui tindak lanjut dari pelatihan ini apakah benar diaplikasikan pada industri mereka atau tidak," tutupnya.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 50 industri kecil menengah dengan pembicara dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved