Breaking News:

Malang Raya

Info Penting : Pendaftaran Kartu Nomor Ponsel Dicocokkan dengan Data Ditjen Dukcapil

Aturan tersebut dikhawatirkan akan mematikan usaha konter pulsa karena masyarakat harus membeli kartu perdana di gerai provider

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
FOTO ARSIP - Pegawai konter pulsa Kota Malang memegang poster rencana aksi damai penolakan pembatasan sim card, Sabtu (4/11/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Aksi protes yang akan dilakukan pengelola konter pulsa itu juga ditanggapi oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Malang, Zulkifli Amrizal SSos MSi.

Ia mengatakan bagaimanapun kebijakan pemerintah pusat harus ditaati oleh warga negara.

"Kebijakan pemerintah pusat itu adalah kartu nomor ponsel harus terdaftar dan dilakukan validasi data di Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil," ujarnya ketika dihubungi SURYAMALANG.COM, Senin (6/11/2017).

( BERITA TERKAITRabu 8 November, Pengelola Konter Pulsa di Kota Malang Dijadwalkan Demo di Gedung Dewan )

Validasi tersebut, lanjutnya, untuk mencocokkan data dengan yang ada pada Ditjen Dukcapil.

"Proses pendaftaran kartu nomor ponsel ini untuk mencegah terjadinya hoax dan penipuan yang banyak terjadi dengan telepon atau pesan singkat. Bahkan hingga terorisme bisa terjadi," tuturnya.

Aksi protes yang akan dilakukan pengelola konter pulsa adalah menekankan pada aturan keharusan pendaftaran nomor telekomunikasi keempat dan seterusnya melalui gerai provider.

Aturan tersebut dikhawatirkan akan mematikan usaha konter pulsa karena masyarakat harus membeli kartu perdana di gerai provider.

"Ya memang ini wajar karena kekhawatiran bisnis. Semoga nantinya akan ada penyelesaian yang terbaik dari pemerintah pusat sebagai pembuat kebijakan ini," harapnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved