Malang Raya

Disperin Gelar Pelatihan Desain Grafis dan Digital Marketing, Respon IKM Malang Luar Biasa

Pelatihan ini diikuti oleh 80 orang, yakni 40 orang untuk kelas desain grafis dan 40 orang di kelas marketing digital.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Peserta mengerjakan tugas narasumber dalam Pembinaan dan Pelatihan Ketrampilan Kerja bagi Tenaga Kerja dan Masyarakat di Sektor Industri Elektronika dan Telematika (Desain Grafis dan Digital Marketing) yang digelar Dinas Perindustrian Kota Malang di Same Hotel, Kota Malang, Selasa (7/11/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Dinas Perindustrian menggelar pelatihan ketenagakerjaan selama lima hari mulai 6 - 10 November 2017.

Pekan ini, pelatihannya tentang elektronika dan telematika, tepatnya pelatihan desain grafis dan marketing digital.

Pelatihan ini diikuti oleh 80 orang, yakni 40 orang untuk kelas desain grafis dan 40 orang di kelas marketing digital.

"Kita ada beberapa latihan, pekan ini tentang elektronika dan telematika."

"Kami mengambil desain grafis dan digital marketing. Sebab saat ini, dua hal ini sangat penting bagi dunia usaha," ujar Kepala Bidang Industri, Logam, Mesin, Alat Transportasi, Elektronika, Telematika, Tekstil dan Aneka Dinas Perindustrian Kota Malang, Fahmi Fauzan AZ, Selasa (7/11/2017).

Pelaku industri kecil menengah (IKM) bisa berkolaborasi dengan pelaku usaha di sub-sektor ini untuk memasarkan produk mereka secara online.

Fahmi menegaskan saat ini dunia digital sangat penting dalam dunia usaha.

Dan tanpa dinyana, peminat pelatihan dua kelas ini membeludak.

"Peminatnya ternyata banyak, sehingga kami harus menyaringnya," ujar Fahmi. Pelatihan ketenagakerjaan ini dibiayai memakai Dana Bagi Hasil CUkai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kota Malang.

Untuk kelas desain grafis, Dinas Perindustrian menggandeng 'Utero Concept' dan Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI) Chapter Malang.

Sedangkan di kelas digital marketing, menggandeng 'ngalup co-working space'.

Taufan Gatut, Kapten Tim Utero Concept menuturkan peminat pelatihan ini membeludak.

Ia mencontohkan peminat kelas desain grafis.

"Pendaftarnya ada 100 orang, tetapi peserta kan hanya 40 orang sehingga harus diseleksi. Peserta harus menyertakan portofolio mereka, minimal bisa software desain," ujar Taufan.

Selama lima hari pelatihan, peserta kelas desain grafis diajari tentang konsep desain, materi dan ilustrasi, layouting, produksi, dan terakhir pemasaran bisnis.

"Produksi adalah memproduksi hasil desain peserta, nanti dipraktikkan dalam bentuk media kaus dan mug. Sebab mesinnya yang didatangkan ke hotel," imbuh Taufan.

Peserta dua pelatihan itu sebagian besar adalah pelaku usaha di sektor digital, juga mahasiswa yang menjadi freelancer dalam pekerjaan sektor ini.

Salah satunya, M Mu'taz. Mahasiswa Universitas Negeri Malang ini tertarik ikut pelatihan itu demi menunjang ilmu yang digelutinya yakni Manajemen.

"Terus saya juga kadang kerja freelancer mendesain. Jadi ingin lebih memantapkan ilmu. Untuk kelas ini, saya dan teman satu tim akan membuat desain suvenir Kopi Malang," tegas Mu'taz

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved