Breaking News:

Malang Raya

Siswa SMA Immanuel Kota Batu Jalani Simulasi Bencana Bersama BPBD dan PMI

Ratusan siswa SMA Immanuel berkumpul di lapangan terlebih dahulu untuk mendengarkan arahan dari tim BPBD Kota Batu.

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Siswa SMA Immanuel Kota Batu melakukan simulasi bencana, Selasa (7/11/2017). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Bencana datang bisa kapan saja dan di mana saja. Hal itulah yang menjadi dasar diadakannya simulasi bencana di SMA Immanuel Kota Batu, Selasa (7/11/2017).

Ratusan siswa SMA Immanuel berkumpul di lapangan terlebih dahulu untuk mendengarkan arahan dari tim BPBD Kota Batu.

Simulasi yang bekerja sama antara BPBD Kota Batu dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batu ini berlangsung lancar.

Bahkan siswa sangat antusias memperhatikan arahan dari tim BPBD. Giat simulasi bencana ini dimulai dengan dibunyikannya sirine tanda bencana gempa bumi terjadi.

Setelah dari lapangan, para siswa ini masuk ke dalam kelas dan seolah-olah tidak tahu apa-apa. Lalu, begitu terdengar suara sirine, siswa mulai mempraktekkan apa yang harus dilakukan.

Mulai dari cara berlindung, keluar gedung melalui jalur evakuasi khusus menuju titik kumpul. Yang terpenting ketika terjadi bencana gempa, banjir, dan lainnya siswa diajarkan agar tidak terburu-buru ataupun gegabah.

Terlihat seluruh siswa menjalankan arahan secara benar, siswa pun diberi arahan agar tidak bercanda selama praktek. Satu siswa SMA Immanuel, Priliana Alexandria mengatakan dirinya baru pertama kali mengikuti simulasi bencana ini.

"Ini baru pertama kali saya mengikuti simulasi bencana ini. Kesannya sangat bermanfaat sekali, saya jadi tahu bagaimana jika ada bencana," kata dia.

Ia menambahkan, apalagi dirinya sering berpergian ke luar kota dan ke mall. Sehingga, baginya mengetahui titik kumpul di suatu tempat itu wajib baginya. Mereka juga diajarkan bagaimana caranya mendirikan tenda posko bantuan.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu Gatot Nugroho mengatakan, teknik simulasi ini diadakan untuk memenuhi penerapan program sekolah aman dari bencana. Ada tiga pilar bencana mulai dari manajemen sekolah, fasilitas sekolah dan pelatihan siaga bencana.

"Tidak hanya tanggap bencana, namun kelengkapan fasilitas dan manajemen sekolah harus siap. Sehingga tahu bagaimana yang dilakukan ketika ada bencana," kata Gatot.

Adapun dalam simulasi ini, materi-materi kebencanaan yang diberikan mulai manajemen pelatihan resiko bencana, pelatihan pertolongan pertama kedaruratan, dan juga shelter. Tentu, giat simulasi ini memberikan banyak ilmu dan pengalaman terutama bagi para anak didik. 

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved