Breaking News:

Malang Raya

Tukang Tambal Ban di Kota Batu Ini Jago Bermain dan Membuat Kecapi, Bisa Dari Bahan Bekas

Beberapa kali Jamil juga tampil dibeberapa acara, termasuk acara di Balai Kota Among Tani beberapa tahun lalu.

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Jamiludin (67) memainkan alat musik kecapinya di sela waktu menmbal ban 

SURYAMALANG.COM, BATU - Jamiludin (67) sedang duduk santai di depan bengkel tambal bannya yang berada tepat di dekat tikungan Hotel Lovina, Desa Tlekung, Batu, Rabu (8/11/2017) siang.

Sembari menikmati udara yang saat itu sedang mendung, ia yang mengenakan pakaian batik cokelat itu tidak hanya diam, tetapi ditangannya memegang alat musik, yakni Kecapi.

Ia memainkan Kecapi itu.

Saat suasana sekitar hening, ketika tidak ada kendaraan lewat, suara merdu alat musik asal Jawa Barat itu terdengar rapi mengalun.

Karena bengkel tambal bannya terletak di pinggir jalan, suara alat musik itu kadang tenggelam oleh riuhnya suara kendaraan.

Bagi yang suka dengan tembang jawa, saat mendengarkan lantunan musik Kecapi yang dimainkan Jamiludin, pasti jatuh cinta.

Alat musik Kecapi dan Siter itu selalu menemani Jamiludin saat bekerja sebagai tukang tambal ban.

Ya alat musik petik itu sebagai penghilang rasa kantuk dan bosan bagi Jamil begitu ia akrab dipanggil.

Jamil ternyata bukan hanya mahir memainkan alat musik Kecapi dan Siter, tetapi ia juga pandai membuat kedua alat musik itu.

Jamil sudah menjalani profesi sebagai tukang tambal ban sejak tahun 1978.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved