Arema Malang
Aremania Perlu Tahu, Begini Cara Manajemen Hargai Legenda Hidup Arema
Arema FC mencoba menjadi kacang yang tidak lupa kulitnya. Singo Edan berupaya memberi penghargaan kepada pemain yang pernah berjasa untuk Arema FC.
Penulis: Alfi Syahri Ramadan | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Arema FC mencoba menjadi kacang yang tidak lupa kulitnya.
Singo Edan berupaya memberi penghargaan kepada pemain yang pernah berjasa untuk Arema FC.
Di antaranya dengan menjadikan para pemain sebagai asisten pelatih ataupun pelatih.
Seperti pada musim ini, Aji Santoso dan Joko Susilo diberi kesempatan menjadi pelatih kepala.
Hal itu merupakan upaya Arema FC untuk tidak melupakan pemain yang pernah membesarkan Arema FC.
Kini manajemen Arema FC menunggu pelatih kiper Arema FC, Yanuar Hermansyah mendapat lisensi kepelatihan.
General Manager Arema FC, Ruddy Widodo menjelaskan manajemen berusaha menghargai para legenda yang sudah membesarkan Arema FC.
Para legenda tim ini dinilai mengerti karakter Arema FC.
Makanya diharap para legenda itu mampu membuat Singo Edan kembali bangkit.
“Kami memang sudah komitmen sejak awal bahwa pelatih kepala boleh asing.”
“Tetapi asistennya tetap harus pemain yang pernah besar di Arema,” ucap Ruddy Widodo kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (14/11/2017).
Manajer asal Madiun itu menjelaskan menjadikan legenda tim sebagai asisten pelatih merupakan upaya manajemen untuk menjaga hubungan baik dengan para legenda Arema FC.
Makanya sampai sekarang Arema FC selalu menggunakan tenaga mantan pemainnya sebagi asisten pelatih.
“Seandainya Setyo Budiarto masih hidup, kami akan beri apresiasi kepadanya atas prestasi yang sudah diberikan untuk Arema,” terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/logo-arema-fc_20170206_134411.jpg)