Jumat, 10 April 2026

Malang Raya

Forum Batu MUlia di Universitas Brawijaya, Optimis Batu Mulia Kembali Melejit dengan Dukungan Ilmiah

Batu mulia memiliki energi visual yang luar biasa dan menimbulkan daya tarik manusia.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Pangeran Nata Adiguna Masud Thoyib Jayakarta Adiningrat dalam Forum Group Discussion dan Forum Komunikasi Batu Mulia Nusantara di Aula FH UB, Kamis (16/11/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Pangeran Nata Adiguna Masud Thoyib Jayakarta Adiningrat turut hadir dalam Forum Group Discussion dan Forum Komunikasi Batu Mulia Nusantara di Aula FH UB, Kamis (16/11/2017).

Ia mengatakan bangga dengan adanya kegiatan tersebut yang masih mengartikan batu mulia nusnatara sebagai hal yang hebat.

Menurutnya, ini adalah tonggak sejarah bagi batu mulia nusantara.

"Sejak abad 1-21, penguasa hebat disimbolkan dengan batu mulia yang diwujudkan dalam mahkota serta patung hang dipenuhi pernik-pernik batu mulia," ujar sekjen Majelis Cendekiawan Kraton Nusantara itu pada SURYAMALANG.COM.

Menurutnya, batu mulia memiliki energi visual yang luar biasa dan menimbulkan daya tarik manusia.

"Bahkan mata ketiga patung Wisnu di India yang merupakan batu permata asli pun dicuri oleh orang yang dipercaya untuk menjaga patung tersebut."

"Saat ini batu permata itu kabarnya berada di Inggris, oleh karena itu mahkota terbaik di dunia berada di Inggris karena memiliki unsur batu permata Wisnu," cerita sekjen Majelis Agung Raja Sultan Nusantara itu.

Dengan adanya forum ini, ia semakin optimis batu mulia nusantara akan semakin melejit karena didukung dengan penelitian ilmiah dari Pusat studi peradaban UB dan bukan hanya sekadar kepentingan komersial.

"Batu mulia memang harus dikenalkan secara ilmiah. Ketika dituliskan dalam buku, maka batu mulia dan sejarahnya akan abadi. Seeta untuk menjaga peradaban agar batu tetap mulia dan bermanfaat bagi masyarakat," tuturnya.

Kekayaan batu, lanjut Pangeran Nata, sangat luar biasa di Indonesia.

Tugasnya saat oni adalah bagaimana batu itu diolah menjadi kekuatan besar dalam membangun golden age.

Karena jika tidak dimanfaatkan dengan baik, Indonesia akan merugi.

"Lembaga sertifikasi batu mulia juga penting adanya dengan naungan perguruan tinggi. Sayangnya di Indonesia belum ada."

"Hal itu bisa menghancurkan komoditi batu mulia karena pedagang hanya orientasinya uang. Ketika ada komoditas yang lebih menguntungkan, mereka akan beralih dari batu mulia," ungkapnya.

Ia berpesan bahwa batu mulia harus dinaikkan martabatnya sebagai kekuatan material dan spiritual.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved