Grobogan

Dosen Surabaya ke Grobogan, Teliti Fenomena Air Bergolak seperti Mendidih tapi Tak Panas

SENDANG BELUK. Fenomena air rawa yang bergolak layaknya mendidih tapi tidak panas. Dosen dari #Surabaya yakin ada sesuatu di bawah sana.

Dosen Surabaya ke Grobogan, Teliti Fenomena Air Bergolak seperti Mendidih tapi Tak Panas
KOMPAS.com/Puthut Dwi Putranto
Warga menyaksikan fenomena Sendang Beluk di Desa Rajek, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (20/11/2017). 

SURYAMALANG.COM, GROBOGAN - Sendang Beluk di Desa Rajek, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, ternyata menjadi salah satu titik tersimpannya gas alam

Menurut Handoko Teguh Wibowo, ketua tim ahli geologi, fenomena yang terjadi di sendang (kolam atau mata air alami) itu karena pengaruh gas alam.

"Apa yang terjadi pada Sendang Beluk itu karena rembesan gas rawa dan sudah berlangsung lama. Hasil analisis gas yang keluar di Sendang Beluk berkomposisi sama dengan gas yang kami bor. Jadi banyak spot di Desa Rajek yang tersimpan kandungan gas alam," kata Handoko kepada Kompas.com, Senin (20/11/2017).

Dosen di Jurusan Teknik Geologi dan Pertambangan Institut Teknologi Adhitama Surabaya ini mengatakan, jika digali di kedalaman maksimal 40 meter, bisa dipastikan tersimpan kandungan gas rawa melimpah di bawah Sendang Beluk.

Bahkan, sambung Handoko, tak menutup kemungkinan jika dibor lebih dalam lagi di kedalaman ratusan hingga ribuan meter akan ditemukan kekayaan gas alam lain yang umurnya lebih tua daripada gas rawa.

"Prediksinya spot ini menyimpan kandungan gas yang sangat besar. Sendang ini adalah kearifan lokal masyarakat setempat sehingga dibutuhkan izin untuk melakukan pengeboran," ujar Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Jatim ini.

Sendang Beluk yang berada di kawasan persawahan itu dikelilingi pepohonan besar nan rimbun. Masyarakat percaya bahwa sendang ini bertuah.

Pada momen tertentu, jamak warga yang menggelar ritual di sana sehingga bisa ditemukan sisa-sisa makanan yang berserakan.

Sendang Beluk menyimpan fenomena alam yang unik. Airnya bergolak seperti air yang mendidih meski tak panas jika disentuh. Terdengar serupa bunyi air yang dipanaskan dengan suhu tinggi. Gelembung airnya setiap saat membesar seperti bola basket.

Tokoh masyarakat Desa Rajek, Moh Sukur, menuturkan, mitologi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat bahwa asal mula Sendang Beluk bersinggungan dengan kisah perjalanan seorang putri bernama Dewi Roso Wulan. Dewi Roso Wulan adalah putri Tumenggung Wilotikto, seorang adipati di Tuban, Jawa Timur. 

Ketika itu, Dewi Roso Wulan sedang berupaya mencari kakaknya yang bernama Raden Sahid (kelak dikenal sebagai Sunan Kalijaga) yang diusir oleh ayahandanya karena suatu kesalahan. 

"Di tengah perjalanan, Dewi Roso Wulan sakit. Hingga akhirnya mandi di Sendang Beluk. Setelah mandi, penyakitnya sembuh dan dia melanjutkan perjalanan kembali. Airnya yang mendidih itu menimbulkan bunyi bluk yang kemudian dinamai Sendang Beluk,"  ujar Moh Sukur.

Sementara itu, Kepala Desa Rajek Moh Dhori mengatakan, jika kajian ilmiah mencatat bahwa fenomena Sendang Beluk terjadi karena pengaruh gas alam, pemerintah desa hanya bisa mengikuti perkembangannya.

"Semua kami serahkan kepada pemerintah. Yang jelas, Sendang Beluk sejak ratusan tahun silam menjadi jujukan warga untuk menggelar ritual. Jika hendak melakukan pengeboran, harus izin warga," kata Moh Dhori. KOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHO

Editor: yuli
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved