Breaking News:

Malang Raya

Apel Siaga Bencana, Sepekan Hampir Tiap Hari Kota Malang Digempur Bencana Akibat Hujan

BPBD melakukan pemantauan dan kajian yang akurat terhadap gejala yang berpotensi menimbulkan bencana di masing-masing wilayah

SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Tenda apel siaga bencana di Kota Malang yang akan dilakukan Rabu (22/11/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Datangnya musim hujan membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang bersiaga menghadapi bencana alam yang terjadi akibat musim ini. Apalagi selama sepekan terakhir, sedikitnya 10 bencana alam telah menggempur Kota Malang.

Karenanya, BPBD bersama komunitas relawan di Kota Malang menggelar apel siaga bencana, Rabu (22/11/2017). Apel siaga bencana ini dilakukan di depan Balai Kota Malang dan DPRD Kota Malang.

"Besok kami lakukan apel siaga bencana, yang diikuti dengan simulasi penanganan bencana. Ada sekitar 800an orang yang bakal terlibat dalam apel siaga bencana ini, antara lain Tim SAR, komunitas relawan, juga kepolisian, dan TNI," ujar Kepala BPBD Kota Malang J Hartono kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (21/11/2017).

Hartono menyebutkan selama tahun 2017 ini sekitar 125 bencana alam terjadi di Kota Malang. Sedangkan dalam sepekan terakhir, ada sekitar 10 bencana alam.

"Sepekan ini ada kalau 10 bencana, terus-terusan. Hampir tiap hari ada," imbuh Hartono. Karenanya, ia mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati terutama yang tinggal di kawasan daerah aliran sungai (DAS), juga di kawasan yang topografi tanahnya rawan longsor.

Mengacu dari catatan BPBD Kota Malang, sepekan terakhir bencana alam yang terjadi didominasi tanah longsor antara lain terjadi di Perumahan Joyogrand Inside, Jl Ikan Tombro Kelurahan Tunjungsekar, Jl Terusan Putra Yudha V Kelurahan Tanjungrejo, Kelurahan Kasin, Kelurahan Polehan, Kelurahan Mergosono, Jl Jaksa Agung Suprapto, juga Jl Kepuh Gang 10.

Apalagi, lanjut Hartono, BPBD Provinsi Jawa Timur juga sudah mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada BPBD kabupaten/kota di Jatim. Himbauan itu terkait prakiraan cuaca di Jatim selama bulan November - Desember 2017.

Terdapat tiga poin di surat himbauan itu. Pertama, berdasarkan surat BMKG, pada bulan November 2017 di seluruh wilayah Jatim diperkirakan sudah memasuki musim hujan, dengan intensitas hujan ringan hingga lebat yang disertai angin kencang / puting beliung dengan kecepatan mencapai 63 km/perjam berdurasi 5 - 15 menit serta akumulasi curah hujan berkisar 51 - 500 mm.

Kedua, pada bulan Desember 2017 juga diperkirakan hujan dengan intensitas sedang sampai dengan lebat dan berbagai cuaca ekstrim, seperti adanya hujan sangat lebat disertai angin puting beliung kecepatan 63 km/jam berdurasi 5 - 15 menit.

Ketiga, atas kondisi poin satu dan dua, menuntut kewaspadaan dan kesiapsiagaan BPBD di antaranya dengan melakukan pemantauan dan kajian yang akurat terhadap gejala yang berpotensi menimbulkan bencana di masing-masing wilayah.

Surat imbauan itu ditandatangani oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jatim Sudarmawan.

"Sedangkan Kota Malang ini rawan terkena bencana banjir, tanah longsor, juga angin puting beliung dan pohon tumbang selama musim hujan ini. Tentunya kami lakukan pemantauan, dan secara berkala tiap hari kami laporkan. Kami juga berkoordinasi dengan instansi lain untuk mengatasi bencana yang terjadi, seperti ambrolnya gorong-gorong ataupun plengsengan," tegas Hartono.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved