Pilgub Jatim

PDIP Trenggalek: Surabaya Beruntung Punya Risma yang Tak Seperti Emil

KETIKA EMIL DARDAK MELAWAN PDI PERJUANGAN. Dulu, ia diusung PDIP jadi Bupati #Trenggalek. Kini, ia membelot ke Demokrat bersama Khofifah.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: yuli
twitter/dodingrahmadi - facebook/emil.dardak
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Trenggalek, Doding Rahmadi, menduga bahwa Emil menggunakan jabatan Bupati Trenggalek hanya sebagai batu loncatan ke level provinsi. 

SURYAMALANG.COM - Pernyataan keras kembali dilontarkan elit Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menanggapi pencalonan Emil Elistianto Dardak sebagai bakal calon wakil gubernur pendamping Khofifah Indar Parawansa.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Trenggalek, Doding Rahmadi, menduga bahwa Emil menggunakan jabatan sebagai Bupati Trenggalek hanya sebagai batu loncatan ke level provinsi.

Menurutnya, bisa jadi Trenggalek tidak membuat betah Bupati Emil Dardak, karena itu tidak tertantang untuk membenahinya.

Sehingga, Emil di tengah jalan berubah haluan dan mengambil pilihan politik berbeda dari mandat yang diterimanya.

"Bukankah Pilkada Jawa Timur menjadi tangga untuk kenaikan karir pemerintahan? Itu dugaan kami. Semoga tidak benar," sindir Doding, Rabu (22/11/2017).

Doding mengingatkan Emil yang juga diusung PDI Perjuangan di pilkada 2016 memiliki tugas yang tak mudah sebagai pemimpin di kabupaten yang berada di selatan Jatim ini.

Di antaranya mengentaskan kemiskinan di Trenggalek.

Sebagai gambaran data, pada akhir 2015 saat Pilkada digelar, kemiskinan di Trenggalek mencapai 267.274 jiwa.

Lalu meningkat pada awal 2016 menjadi 272.792 jiwa sesaat sebelum Emil dilantik.

"Angka itu diketahui setelah Bupati Emil Dardak dan Wakil Bupati Mochamad Nur Arifin yang dilantik Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Februari 2016," tandas Doding.

Kepercayaan atas kemampuan Emil itu membuat tujuh partai termasuk PDI Perjuangan sepakat mengusung Emil bersama Nur Arifin yang kemudian memperoleh kemenangan yang mencapai 76,28 persen suara.

"Tinggginya dukungan suara ini menjadi cermin betapa besar harapan rakyat Trenggalek pada keduanya," tandasnya.

Namun, harapan tersebut kini tinggal angan, ketika Emil memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai pendamping Khofifah.

Doding kemudian membandingkan Emil dengan Tri Rismaharini, Walikota Surabaya yang juga kader PDI Perjuangan.

Menurutnya, warga Surabaya, beruntung karena mendapatkan pemimpin yang berhati baja.

"Walikota Tri Rismaharini dengan tegas menolak dicalonkan dalam Pilkada DKI maupun Pilkada Jawa Timur. Bu Risma memilih tetap setia bersama rakyat Kota Surabaya yang memberikan mandat," kata Doding.

"Sekalipun bu Risma telah banyak melakukan perubahan dan meraih prestasi di bidang pemerintahan," lanjutnya.

Sebagai parpol yang ikut mengusung dalam Pilkada 2015, PDIP meminta maaf kepada rakyat Trenggalek.

"Kami meminta maaf, jika pilihan politik Bupati Emil telah menciderai mandat-mandat yang diberikan," kata Doding.

Pihaknya berharap, Wakil Bupati Mochamad Nur Arifin tetap semangat, dan terus bekerja keras menyelesaikan mandat dan janji kampanye.

Terlebih pasca penetapan calon gubernur-calon wakil gubernur oleh KPU, Emil diharuskan untuk cuti.

"Pak Wabup tetaplah semangat dan istiqomah menemui rakyat di pelosok-pelosok desa, menginap di rumah-rumah penduduk, mendengarkan suara mereka, menangis dan tertawa bersama rakyat, sebagaimana pesan Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Doding. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved