Kamis, 23 April 2026

Liga 1

Nostalgia, 7 Playmaker Asing Legendaris di Liga Indonesia, Siapa yang Terbaik?

klub Indonesia sering memercayakan posisi pengatur permainan kepada pemain asing. Berikut 7 playmaker asing terbaik di Indonesia.

Editor: Zainuddin
kolase
Gustavo Lopez dan Makan Konate. 

SURYAMALANG.COM - Playmaker alias sang pengendali permainan tim di Liga Indonesia sering didominasi pemain asing daripada pemain Indonesia.

Yang terbaru, ada nama-nama seperti Mathias Cordoba, Paulo Sergio, serta Willjan Pluim yang menjadi kunci permainan masing-masing klub mereka.

Menilik masa lalu hingga kini, memang klub-klub Indonesia sering memercayakan posisi pengatur permainan kepada pemain asing.

Alhasil Timnas Indonesia sering kekurangan pos playmaker yang asli dari Indonesia.

Berikut ini adalah 7 playmaker asing terbaik di Indonesia versi BolaSport.com:

7. Julio Lopez

Julio Lopez memulai kariernya di Indonesia bersama PSIS Semarang pada tahun 2003.

Setelah bersama PSIS, dia bergabung ke Persib Bandung pada musim selanjutnya sebelum akhirnya keluar dari Indonesia.

Setelah 3 tahun merumput di luar negeri, Julio Lopez kemudian kembali ke Indonesia dan kembali berkostum PSIS Semarang.

Semenjak kembali ke Indonesia, Julio Lopez berkarier di Indonesia sampai atahun 2011.

Klub-klub yang pernah dibela Julio Lopez selain PSIS Semarangdan Persib Bandung antara lain PSM, Persiba, Persisam, Persijap, serta Persikabo.

6. Gustavo Lopez

Gustavo Lopez saat membela Arema
Gustavo Lopez saat membela Arema (Tribunnews.com)

Gelandang asal Argentina ini memulai karier di Indonesia bersama Persela Lamongan musim 2006-2007.

Visi yang dimiliki oleh Gustavo sering menjadi otak kesuksesan tim saat menyerang.

Hal tersebut membuat Arema Malang mulai jatuh hati dan merekrtutnya pada musim 2013-2014.

Dia seolah menjadi penyuplai gol El Loco dan Beto saat itu.

Sayangnya prestasi tertinggi yang didapat Gustavo di Liga Indonesia hanya sampai semifinal ISL 2014 bersama Arema.

Kini kabarnya Gustavo kembali diminati Arema FC.

5. Alejandro Tobar

Alejandro Tobar mengawali kariernya di Indonesia bersama Persib Bandung pada tahun 2003.

Bersama Persib, Tobar berhasil mencetak 15 gol di semua laga Maung Bandung.

Setelah puas bersama Persib, karier gelandang asal chile tersebut berlanjut ke PSMS Medan.

Bersama Alcidio Fleitas dan Saktiawan Sinaga, Tobar berhasil membawa PSMS melaju ke babak 8 besar Liga Indonesia musim 2005.

4. Zah Rahan Krangar

Zah Rahan Krangar mulai terkenal di Indonesia bersama Persekabpas Pasuruan pada tahun 2004.

Bersama Siswanto dan Alfredo Figueroa, Zah Rahan berhasil membawa Persekabpas menjadi tim kuda hitam di Liga Indonesia.

Jasa Zah Rahan kemudian diminati sejumlah raksasa Liga Indonesia seperti Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura.

Pada saat Zah Rahan bermain untuk Sriwijaya FC, Sriwijaya FCberhasil memenangkan tiga turnamen, yaitu Piala Indonesia 2007, Divisi Utama Liga Indonesia 2007,dan Piala Indonesia 2010.

3. Ronald Fagundez

Gelandang asal Uruguay ini memulai karier di Indonesia bersama PSM Makassar pada tahun 2003.

Dari 72 pertandingan bersama PSM, Fagundez tercatat setidaknya mencetak 14 gol untuk Juku Eja.

Setelah hengkang dari PSM, Fagundez bergabung dengan Persik Kediri.

Bersama Persik Kediri, Fagundez bersama duo Amerika Latin lain yakni Danilo Fernando dan Cristian Gonzales berhasil membawa klub berjuluk Macan Putih tersebut juara Liga Indonesia tahun 2006.

Kemudian Fagundez merumput bersama Persisam Samarinda (Sekarang Bali United) dan PSIS Semarang.

2. Javier Roca

Gelandang asal Chile ini melanglang buana ke Indonesia sejak tahun 2003 untuk membela PSMS Medan.

Kemudian namanya mulai mengkilap kala bermain untuk Persitara Jakarta Utara yang kemudian menarik minat Persija Jakarta pada tahun 2006-2007.

Kemudian dia terus melanjutkan kariernya di Indonesia bersama Persiba Balikpapan, Persebaya Surabaya, Gresik United, Persidafon, Batavia Union, dan terakhir Persis Solo.

Prestasi pribadi yang pernah diraih oleh Roca adalah top scorer Piala Indonesia tahun 2005.

1. Makan Konate

Makan Konate
Makan Konate (Super Ball)

Makan Konate memulai kariernya di Indonesia bersama PSPS Pekanbaru pada tahun 2012.

Nama Makan Konate kemudian makin cemerlang kala bergabung bersama Persib Bandung pada tahun 2013.

Karena visi dan daya jelajahnya yang sangat tinggi, pemain asal Mali ini berhasil membawa Maung Bandung juara Liga Indonesia musim 2014.

Konate pun dielu-elukan oleh Bobotoh karena peran vitalnya bersama Maung Bandung.

Konate kemudian memutuskan hengkang dari Persib Bandungsaat terjadi kisruh di sepak bola Indonesia dan bergabung dengan klub Liga Malaysia T-Team.

Kini kabarnya Konate akan kembali bergabung bersama klub Liga Indonesia yakni, Sriwijaya FC.

Berita ini sudah dimuat di Bolasport.com dengan judul Nostalgia, 7 Playmaker Asing Legendaris di Liga Indonesia, dari Gustavo Lopez sampai Makan Konate

Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved