Malang Raya

Begini Cara Kakek Bau Tanah Menguji Keperawanan Gadis di Bawah Umur, Ending Kisah Bikin Emosi

pamannya langsung marah dan menjemput korban di rumah tersangka. Perbuatan tersangka itu pun akhirnya dilaporkan ke Mapolres Malang.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eko darmoko
IST
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Diduga setubuhi anak bawah umur, kakek Swt (60) warga Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang dijebloskan ke ruang tahanan Polres Malang.

Ini setelah orang tua korban warga Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang tidak terima dan melapor ke UPPA Polres Malang. Korban adalah Yt (16).

Kanit UPPA Polres Malang, Iptu Sutiyo menjelaskan, dari hasil pemeriksaan disebutkan kasus persetubuhan pada anak di bawah umur berawal dari korban yang berteman dengan anak tersangka.

Anak tersangka dan Korban merupakan siswi satu sekolah di salah satu SMA di Ampelgading. Karena jarak rumah korban dengan sekolahnya cukup jauh, sehingga korban berniat kos.

Namun, karena merasa kasihan bila korban kos, tersangka menawarkan korban untuk tinggal di rumahnya bersama anaknya. Apalagi orang tua korban masih teman yang sudah dikenal tersangka.

"Tersangka tidak meminta biaya pada korban yang tinggal di rumahnya," kata Sutiyo, Jumat (24/11/2017).

Rupanya, menurut Sutiyo, sudah ada niatan jelek dari tersangka sejak awal terhadap korban. Pada 10 Oktober 2017 lalu, tengah malam tersangka masuk ke dalam kamar korban yang pintunya tidak dikunci.

Waktu itu, korban sedang terlelap tidur. Tersangka pun langsung menindih tubuh korban dan mencekiknya disertai ancaman akan berbuat lebih kejam jika melawan.

Tersangka meminta korban membuka pakaiannya, dan tersangka tanpa peduli korban masih usia anak-anak langsung disetubuhinya.

Setelah puas melampiaskan hawa nafsunya, tersangka bapak tiga anak dan tiga cucu pergi begitu saja dan kembali mengancam korban untuk tidak bercerita kepada siapa pun. Dan korban diminta untuk tetap tinggal di rumahnya.

Baca juga: Mahasiswa-Mahasiswi Nginep di Hotel, yang Mereka Lakukan Bukan Sekedar Gituan, Tapi Lebih Sadis

Beberapa hari kemudian, ungkap Sutiyo, tersangka mengajak korban keluar rumah. Dengan alasan akan diajak pergi ke salah satu pondok pesantren di wilayah Kecamatan Gondanglegi sekaligus menagih utang kepada seseorang. Karena takut dan tidak curiga, korban pun menerima ajakan tersangka.

Namun bukannya diajak ke Ponpes, tapi korban diajak ke sebuah penginapan di wilayah Karangkates Kecamatan Sumberpucung. Tersangka pun hendak mengajak korban bersetubuh, namun korban berontak dan melawan. Hingga akhirnya korban kembali diajak pulang tersangka.

Atas kejadian itu, menurut Sutiyo, korban yang merasa ketakutan akhirnya mengadu kepada pamannya. Mendengar cerita korban, pamannya langsung marah dan menjemput korban di rumah tersangka. Perbuatan tersangka itu pun akhirnya dilaporkan ke Mapolres Malang.

Baca juga: Janda Cantik Usai Mandi Hanya Pakai Handuk, Datang 3 Cowok dan Terjadilah Peristiwa Pilu

"Tersangka atas laporan tersebut langsung kami amankan. Tersangka terancam dijerat UU Perlindungan anak dengan ancaman hingga 15 tahun penjara," ucap Sutiyo.

Sementara tersangka, kakek Swt mengaku telah melakukan perbuatan tidak senonoh pada korban.

"Kami hanya ingin mengetahui apakah dia masih perawan atau tidak. Apalagi saat itu kami juga terbawa hawa nafsu," tutur kakek Swt di UPPA Polres Malang

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved