Malaysia
Malaysia Persoalkan Warganya Ditembak Mati di Entikong, Katanya sedang Berlibur
APARAT INDONESIA TEMBAK MATI PRIA #MALAYSIA. Keluarganya ingin otopsi. Petinggi polisi Malaysia berniat minta penjelasan dari Jakarta.
SURYAMALANG.COM, KUCHING - Tindakan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalimantan Barat menembak mati warga Malaysia bernama Chung Soon Teck, 18 November 2017 lalu, masih jadi persoalan di Malaysia.
Kini, polisi Malaysia menyarankan agar keluarga pria yang ditembak mati di Entikong, Kalimantan Barat itu menggunakan jasa pengacara untuk meminta pengadilan supaya memerintahkan otopsi.
Kepala Departemen Investigasi Kriminal Kepolisian Malaysia, Senior Assistant Commissioner Datuk Dev Kumar mengatakan, Malaysia tidak memiliki kewenangan menyelidiki kasus itu karena terjadi di wilayah Indonesia.
Dia mengatakan demikian karena pihaknya tidak bisa meminta Rumah Sakit Umum Sarawak agar memeriksa jenazah.
"Kami ingin menjelaskan kesalahpahaman bahwa polisi gagal atau menolak mengizinkan pemeriksaan mayat," ujar Dev Kumar sebagaimana dikutip SURYAMALANG.COM dari The Star, Malaysia, Jumat (24/11/2017).
Dev Kumar juga mengatakan, polisi telah merujuk kasus ini ke interpol agar memberi tahu Kementerian Luar Negeri untuk mencari kejelasan kasus ini dari pihak berwenang Indonesia melalui saluran diplomatik.
Pada 22 November 2017 lalu, keluarga Chung Soon Teck mengaku mempelajari ihwal penembakan itu melalui media sosial, setelah jenazah Chung Soon Teck dikirim ke Rumah Sakit Umum Sarawak, Malaysia,
Keluarga Chung Soon Teck mengaku, otopsi tidak dilakukan karena pihak rumah sakit tidak mendapat izin dari polisi.
Menurut keluarganya, Chung Soon Teck berada di Indonesia untuk berlibur ketika ditembak mati karena mencoba kabur setelah ditangkap personel BNN terkait kasus obat bius di Entikong.
Kepala BNN Kalimantan Barat, Brigadir Jenderal Nasrullah, menyebutkan, Chung ditangkap karena bermobil sendirian dengan membawa 3 Kg sabu-sabu menuju dari Entikong menuju Pontianak.
"Tersangka dan barang bukti kemudian dibawa ke Pontianak. Namun dalam perjalanan, terjadi bentrokan dengan tersangka yang mencoba melarikan diri. Petugas terpaksa menembak dan tersangka dilaporkan tewas seketika," ujar Nasrullah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/bandar-narkoba-mati_20170822_150057.jpg)