Sabtu, 2 Mei 2026

Malang Raya

Guru Besar FTP Universitas Brawijaya Ini Petakan Lahan untuk Bertani Kedelai

Ia menyarankan agar lahan-lahan yang sesuai untuk pertumbuhan kedelai itu dikelola oleh perusahaan atau pemerintah yang menaungi para petani.

Tayang:
Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Dr Ruslan Wirosoedarmo MS dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya yang akan dikukuhkan sebagai guru besar, Selasa (28/11/2017). 

 SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Pengukuhan guru besar di Universitas Brawijaya juga akan dijalani oleh Dr Ruslan Wirosoedarmo MS dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) pada 29 November 2017.

Dalam orasinya, Ruslan akan menjelaskan tentang potensi kesesuaian lahan untuk pertumbuhan tanaman kedelai.

Menurut data, Indonesia setiap tahun masih harus mengimpor kedelai untuk memenuhi 2 juta ton kebutuhan kedelai.

Sementara petani kedelai baru bisa memproduksi 0,9 juta ton kedelai per tahun.

“Meningkatnya pertumbuhan penduduk juga semakin meningkatkan kebutuhan kedelai sebagai bahan baku pangan sehari-hari dan makanan ternak."

"Sementara, semakin banyak lahan pertanian yang dialihfungsikan menjadi pemukiman,” tuturnya padaSURYAMALANG.COM, Selasa (28/11/2017).

Lahan pertanian yang tersisa saat ini kebanyakan kurang subur, sehingga perlu mencari dan memetakan lahan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman kedelai.

“Selama ini kebanyakan petani di Malang Raya dan Kediri masih menggunakan lahan dari nenek moyang. Padahal masih banyak lahan yang berpotensi dan belum dimanfaatkan."

"Dari penelitian saya, ada 8.896 hektar yang sangat sesuai untuk bertani kedelai dan puluhan hektar lain tergolong cukup sesuai,” jelas dosen jurusan Keteknikan Pertanian itu.

Ia menyarankan agar lahan-lahan yang sesuai untuk pertumbuhan kedelai itu dikelola oleh perusahaan atau pemerintah yang menaungi para petani.

Sehingga tidak sulit untuk memproduksi dan menjual hasil panen.

“Paling tidak, usaha ini adalah untuk mengurangi jumlah impor kedelai dari Amerika Serikat yang dilakukan Indonesia. Pemetaan ini juga bisa dikembangkan ke daerah lain,” ungkapnya.

Dengan pengukuhan ini, Ruslan menjadi guru besar ke 10 di FTP UB. 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved