Malang Raya

PHRI Kota Malang Kritisi Soal Pertumbuhan Penginapan yang Dinilai Tidak Seimbang

Dengan semakin banyaknya muncul tempat-tempat penginapan seperti guest house, maka akan menambah jumlah kamar.

IST
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Dwi Cahyono mengatakan perlu ada pembatasan tempat penginapan di Kota Malang.

Pasalnya, saat ini okupansi kamar saat hari biasa tidak sampai 50 persen. Sedangkan di akhir pekan, angkanya berkisar di antara 70 persen.

Dengan semakin banyaknya muncul tempat-tempat penginapan seperti guest house, maka akan menambah jumlah kamar.

Padahal, menurut dia, dengan kondisi kamar yang ada saat ini saja belum penuh semuanya.

“Semua harus dibatasi, guest house pun juga menyediakan kamar. Ini menyangkut okupansi kamar. Sekarang untuk weekday, itu tidak sampai 50 persen. Lah berarti, ketersediaan kamar saat weekday, itu sudah banyak,” katanya, Kamis (30/11/2017).

Menurut Dwi, kondisi seperti itu tidak pernah terhitung dengan pasti. Selain adanya guest house, juga ada kos harian.

Dwi mengatakan seharusnya ada perlakuan yang sama kepada tempat-tempat penginapan karena akan memberikan dampak ekonomi.

“Nanti kalau kelebihan jumlah kamar hotel, okupansi turun sehingga pajak yang diterima juga akan turun,” sambungnya.

Saat ini, menurut Dwi, Pemkot Malang telah memberi perhatian tapi belum maksimal terhadap kondisi menjamurnya tempat-tempat penginapan baru. Di sisi lain Dwi juga menyadari, dengan bertambahnya hotel maka akan menambah peluang kerja.

“Namun kalau tidak dihitung dengan baik. Satu menambah satunya akan tutup, jadi sebetulnya sama saja,” tegasnya.

Ke depan, Dwi berharap ada regulasi yang tegas dari Pemkot Malang agar kondisi seperti saat ini tidak menimbulkan dampak negatif.

Saat ini PHRI Kota Malang mencatat ada ratusan tempat penginapan di Kota Malang. Di data PHRI sendiri, tertdaftar 105 penginapan mulai dari hotel bintang satu hingga lima.

“Perlu ada regulasi untuk pembatasan agar menjaga stabilitas. Kita senang sekali kalau Malang menjadi kota pariwisata, cuman butuh diatur. Itu yang kita atur bersama-sama,” tutup Dwi.

Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved