Malang Raya

Mantan Lurah Kepanjen Malang Diduga Korupsi, Langsung Ditahan Kejari Dalam Kasus Aset Ini

Nilai kerugian negara masih bisa bertambah dari nilai hasil pengelolaan aset kelurahan Kepanjen yang mencapai lebih dari Rp 1 miliar

Mantan Lurah Kepanjen Malang Diduga Korupsi, Langsung Ditahan Kejari Dalam Kasus Aset Ini
SURYAMALANG.COM/ISTIMEWA
Tersangka dugaan korupsi pengelolaan tanah aset kelurahan Kepanjen kecamatan Kepanjen kabupaten Malang, Yyd (berdiri kanan) menanda tangani berita acara pemeriksaan di Kejari Kabupaten Malang sebelum di bawa ke LP Lowokwaru Malang, Jumat (8/12/2017). 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang menahan mantan Lurah Kepanjen Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang, Yyd (52).

Yyd yang kini menjabat sebagai Kasi Pemerintahan Kecamatan Kepanjen itu diduga melakukan korupsi dana hasil pengelolaan aset kelurahaan saat menjabat Lurah periode tahun 2011 - 2016.

Kasipidsus Kejari Kabupaten Malang, Suseno SH MH menjelaskan, atas perbuatan tersangka ada temuan awal kerugian negara mencapai Rp 300 juta.

Nilai kerugian tersebut masih bisa bertambah dari nilai hasil pengelolaan aset kelurahan Kepanjen yang mencapai lebih dari Rp 1 miliar karena kasus masih dalam proses pengembangan penyidikan.

"Untuk tersangka sudah kami tahan di LP Lowokwaru tadi siang, dan kami punya waktu menahan tersangka hingga 20 hari ke depan," kata Suseno di Kejari Kabupaten Malang, Jumat (8/12/2017).

Dijelaskan Suseno, dalam kasus dugaan korupsi hasil pengelolaan aset tanah kelurahan Kepanjen tersebut tersangka tidak pernah mendapat izin dari Pemkab Malang.

Selanjutnya hasil pengelolaan aset tanah kelurahan digunakan tidak sesuai dengan peruntukkanya.

Tersangka tidak bisa mempertanggung jawabkan hasil pengelolaan tanah aset kelurahan tersebut sesuai aturan yang berlaku.

"Dengan demikian, tersangka telah melawan hukum dan bukti-bukti dari perbuatan cukup kuat masuk dugaan korupsi," ujar Suseno.

Dari hasil sementara pemeriksaan saksi dan tersangka, uang hasil pengelolaan tanah aset kelurahan disebut dipergunakan tersangka untuk kepentingan THR (tunjangan hari raya), bingkisan parcel, dan sebagainya.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved