Selasa, 21 April 2026

Malang Raya

Mortir Peninggalan Peran Kemerdekaan Ditemukan Warga di Kota Malang

Betapa kagetnya Tajab (50) warga Dusun Trajeng RT 02/RW 07, Dusun Pakisjajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Penulis: Benni Indo | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Petugas dari Polsek Klojen dan Tim Jihandak Brimob mengamankan sebuah mortir peninggalan perang kemerdekaan, Kamis (7/12/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Betapa kagetnya Tajab (50) warga Dusun Trajeng RT 02/RW 07, Dusun Pakisjajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Ia menemukan sebuah bahan peledak pesawat bomber tipe BT25  saat sedang menggali pondasi rumah di Jalan Madura No 5, Kelurahan Kasin Klojen Malang, Kamis (7/12/2017) sore. Saat itu, tiba-tiba saja sekopnya membentur benda.

Saat digali lagi, benda tersebut ternyata bahan peledak yang diduga peninggalan era perang kemerdekaan. Tajab sempat mengangkat dan meminggirkan beda itu. Tajab yang panik langsung meminta bantuan warga untuk menelepon petugas Polsek Klojen.

"Sekitar pukul 15.00, Kamis lalu ditemukan bahan peledak di galian pondasi rumah oleh warga. Berdasarkan laporan ini, kita langsung kontak Unit Jihandak Brimob Ampeldento," kata Kapolsek Klojen Kompol Andi Yudha Pranata, Jumat (8/12/2017).

Polisi yang datang lalu mensterilkan lokasi penemuan bahan peledak sembari menunggu kedatangan tim Jihandak Brimob Ampeldento.

Sesaat setelah itu, Brimob Unit Jihandak tiba, petugas Polsek Klojen dipimpin Kanit Sabhara Iptu Djaminto mengamankan lokasi. Selama proses evakuasi bahan peledak, tidak ada insiden tambahan. Bahan peledak yang ditemukan petugas jumlahnya satu dan berkarat.

Hinga sekitar pukul 18.00 WIB, area rumah di Jalan Madura nomor 5 sudah bersih dari bahan peledak. Petugas yang melakukan penyisiran juga belum menemukan bahan peledak lainnya. Polsek Klojen mewanti-wanti warga agar segera melapor ke aparat berwenang jika menemukan sesuatu yang mencurigakan seperti bahan peledak.

"Kami imbau warga Klojen, jika menemukan barang- barang seperti ini, maka segera melapor ke kantor polisi terdekat untuk ditindaklanjuti. Karena bahan peledak walau tidak aktif masih berbahaya dan harus dinetralisir petugas berwenang," sambung Andi.

Sementara itu, Kanit Jihandak Brimob Ampeldento, Iptu Sumantri Wibisono menyebut bahan peledak yang sudah dievakuasi adalah tipe mortir. Mortir itu berpotensi bisa menghancurkan sebuah rumah jika berfungsi normal.

"Itu adalah bahan peledak pesawat bomber, diduga merupakan tinggalan peperangan era kemerdekaan dulu. Tipenya adalah BT 25. Jika bahan peledak ini berfungsi normal, maka rumah tersebut bisa langsung ambrol tak tersisa,” urainya.

Dijelaskan lebih lanjut, Mortir itu adalah senjata yang dilepaskan dari pesawat untuk menyasar target infrastruktur.Mortir BT 25 merupakan bom tipe high explosive yang dipakai untuk menyerang tempat-tempat strategis.

Sumantri menjelaskan kondisi mortir tersebut sudah non aktif karena usianya diprediksi lebih dari 70 tahun. Kendati demikian, andai terkena guncangan atau ledakan skala besar, mortir tersebut bisa ikut bereaksi secara berantai.

"Saat dijatuhkan dari pesawat dulu saja mortir ini tidak meledak dan terkubur di sini. Ada kemungkinan pemicunya busung. Demi keamanan, mortir ini diamankan di mako Brimob. Saat tiba waktunya dimusnahkan, barang peledak ini akan didetonasi dari jarak kurang lebih 1 kilometer," tutup Sumantri. 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved