Malang Raya

Titik Zonasi Tentang Transportasi di Kota Malang Dipandang Forkom Tidak Penting

Ia meminta agar pemerintah bisa memberikan sosialisasi terkait keberadaan transportasi online

Titik Zonasi Tentang Transportasi di Kota Malang Dipandang Forkom Tidak Penting
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
ILUSTRASI - Angkot yang mogok operasi berkumpul di jembatan layang Arjosari, Kota Malang, Sabtu (30/9/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Ketua Forum Komunkasi (Forkom) Angkutan Mikrolet dan Taksi Kota Malang Nur Wahyudi mengungkapkan penambahan titik zonasi tidak terlalu penting.

Meskipun titik zonasi telah disepakati, namun kerap ditemui pelanggaran.

Menurutnya, yang lebih penting adalah kejelasan keberadaan transportasi online di Kota Malang.

Ia masih heran atas beroperasinya transportasi online di Kota Malang.

Ia meminta agar pemerintah bisa memberikan sosialisasi terkait keberadaan transportasi online.

Pasalnya, sejauh yang ia tahu, transportasi online belum bisa beroperasi sebelum 1 Februari 2018.

"Titik tidak penting, yang penting kejelasan transportasi online. Malang ini masih status quo, sebetulnya belum boleh beroperasi sebelum menunggu kepastian 1 Februari," ujar Nur, Sabtu (9/12/2017).

Nur menambahkan, pihaknya dalam waktu dekat ini akan bertemu dengan Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri.

Nur sebetulnya sudah berencana bertemu pekan ini, namun karena Asfuri sedang tidak berada di Kota Malang, maka pertemuan itu tidak terjadi.

"Kan Kapolresnya baru. Kami ingin memberi sambutan sekaligus silaturahmi," paparnya.

Rencananya, Nur akan bertemu Asfuri pada Senin (11/12/2017). Pertemuan itu kabarnya juga akan membahas soal kondisi transportasi di Kota Malang.

"Senin ke Polres, kalau jamnya saya tidak tahu, Polisi nanti yang mengabari," pungkas Nur.

Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved