Breaking News:

Nasional

VIDEO - Kiprah Rabbi Yahudi Ortodoks dari Amerika di Kampung Kumuh Jakarta

YAHUDI SERING DIKUTUK, APALAGI ZIONISME. Tapi inilah sisi lain orang-orang Yahudi bersama orang Islam di #Jakarta.

SURYAMALANG.COM - Tindakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengukuhkan Yerusalem sebagai ibukota Israel, terus memicu ketegangan global. 

Sikap Trump jelas bagian dari cita-cita zionisme, paham dan gerakan politik yang bahkan ditentang sebagian pemeluk agama Yahudi atau Yudaisme. 

Tapi di sini, di Indonesia, lebih banyak orang yang menganggap keduanya sama saja. Yahudi juga dikutuk, zionisme apalagi.

Padahal, meminjam celetukan intelektual muslim asal Lamongan, almarhum Moeslim Abdurrahman (1947-2012), "kebanyakan dari mereka itu lihat batang hidung orang Yahudi saja belum pernah." 

Lazim diketahui, sebenarnya ada juga orang-orang populer di Indonesia yang keturunan Yahudi tetapi umumnya tidak beragama Yahudi.

Komunitas penganut Yahudi juga ada di beberapa kota di Indonesia yang sebagian besar cenderung tertutup, kecuali di Minahasa, Sulawesi Utara yang sudah sering diberitakan banyak media dalam maupun luar negeri.

Menariknya, justru di Jakarta yang setahun terakhir jadi sumber kegaduhan politik dan agama, ada komunitas Yahudi yang mengabarkan eksistensinya melalui YouTube.  

Kiprah Yahudi di Jakarta ini dikabarkan Tovia Singer, rabbi Yahudi ortodoks asal New York, Amerika Serikat. 

Ia menggalang kerjasama dengan anak-anak muda Islam untuk membantu sembako di kampung kumuh wilayah Jakarta Pusat.

Ada beberapa potongan video dari lokasi itu yang diunggah selama akhir 2016. 

Rabbi Tovia juga melibatkan beberapa anggota jemaahnya dari Indonesia yang terlihat mengenakan fedora dan memanjangkan sebagian rambutnya. 

Mereka dari Yayasan Eits Chaim yang berarti “Pohon Kehidupan”, berkedudukan di Jakarta Barat tapi berkantor di Bekasi selatan. 

Sambil membagikan sembako, Rabbi Tovia berkali-kali menekankan pentingnya tzedakah atau sedekah kepada orang miskin dalam ajaran Yudaisme, sebagaimana juga Islam.  

Yahudi, Islam, juga Nasrani, memang berakar dari pokok ajaran yang sama: Abrahamic Religion. Ya, ajaran Nabi Ibrahim yang mewartakan monoteisme serentak menampik politeisme.

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved