Breaking News:

Malang Raya

2018 Nanti, Pemkab Malang Anggarkan Dana Rp 5,1 Miliar untuk Bedah Rumah

meski alokasi anggaran bedah rumah tahun depan lebih kecil tapi dengan bantuan dari berbagai pihak program bedah rumah tetap bisa dimaksimalkan

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eko darmoko
Kompas.com
Ilustrasi bedah rumah 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Tahun 2018, Pemkab Malang mengalokasikan anggaran bedah rumah hingga Rp 5,1 miliar. Alokasi anggaran tersebut lebih kecil dari nilai anggaran bedah rumah tahun 2017 yang mencapai sekitar Rp 10 miliar.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya optimis meski alokasi anggaran untuk bedah rumah nilainya tidak sebesar tahun 2017, pada tahun 2018 mendatang jumlah rumah yang akan dibedah setidaknya sama dengan jumlah tahun ini.

Ini dikarenakan Pemkab Malang akan melibatkan perusahaan swasta di Kabupaten Malang melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) untuk bisa ikut melaksanakan bedah rumah.

"Makanya, meski alokasi anggaran bedah rumah tahun depan lebih kecil tapi dengan bantuan dari berbagai pihak program bedah rumah tetap bisa dimaksimalkan," kata Wahyu Hidayat, Minggu (17/12/2017).

Dijelaskan Wahyu Hidayat, program bedah rumah merupakan salah satu wujud dari pengentasan kemiskinan di Kabupaten Malang. Di Kabupaten Malang sendiri diketahui jumlah rumah kurang layak huni mencapai sekitar 14 ribu unit rumah.

Dan Pemkab Malang menargetkan sampai pada tahun 2020 mendatang seluruh rumah kurang layak huni di Kabupaten Malang bisa dibangun menjadi rumah layak huni semuanya.

Lebih lanjut dikatakan Wahyu Hidayat, untuk tahun 2017 ini pihaknya mentargetkan minimal bisa melakukan bedah rumah sebanyak 1.129 unit rumah milik warga kurang mampu. Akan tetapi, berkat keterlibatan dan bantuan dari berbagai pihak termasuk dari Kementerian PU RI diperkirakan sampai akhir bulan Desember 2017 ini jumlah bedah rumah mencapai 3.000 unit.

"Untuk itu, kami pun optimis tahun depan program bedah rumah akan bisa maksimal seperti tahun ini dengan keterlibatan dan bantuan dari berbagai pihak secara gotong royong," tandas Wahyu Hidayat.

Memang, diakui Wahyu Hidayat, dalam melaksanakan program bedah rumah kurang layak huni Pemkab Malang melakukan seleksi cukup ketat. Artinya, tidak semua rumah yang diusulkan masuk program bedah rumah bisa disetujui Pemkab Malang. Ini dikarenakan sejumlah kriteria harus dipenuhi terutama rumah tersebut harus milik dari warga kurang mampu. Alokasi biaya bedah rumah mencapai Rp 10 juta hingga Rp 15 juta untuk satu rumah.

"Tentunya nilai bantuan bedah rumah tidak besar, tapi setidaknya bisa membantu menjadikan rumah warga kurang mampu layak huni," ucap Wahyu Hidayat.

Bupati Malang, H Rendra Kresna pernah mengatakan, Pemkab Malang akan berupaya terus mengentaskan kemiskinian di Kabupaten Malang yang hingga tahun ini masih di angka dua digit. Salah satu upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Malang dengan menjalankan program bedah rumah kurang layak huni milik warga kurang mampu.

"Kami berharap, bila rumah warga kurang mampu di Kabupaten Malang sudah layak semuanya maka setidaknya kesejahteraan warga bisa tercapai dan angka kemiskinan bisa diturunkan," kata Rendra Kresna.

Di samping itu, tambah Rendra Kresna, Pemkab Malang dalam upaya pengentasan kemiskinan juga berupaya melakukan peningkatan perekonomian masyarakat. Di antaranya dengan mendorong usaha kecil masyarakat untuk berkembang lebih baik lagi melalui berbagai program pembinaan dan bantuan.

"Kami optimis, angka kemiskinan di Kabupaten bisa diturunkan nantinya dengan program-program yang akan dan siap kami jalankan," tutur Rendra Kresna.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved