Breaking News:

Jawa Timur

Situs Purbakala di Lereng Gunung Lawu Masih Menyisakan Tanda Tanya, Peninggalan Kerajaan Apa?

Dengan adanya informasi dari teman-teman jurnalis itu, kami sudah meneruskan ke museum arkeologi di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Doni Prasetyo
Supono Ketua RT13/RW03, Dusun Wonomulyo, Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, bersama seorang warganya membersihkan arca, diduga situs purbakala yang sebenarnya sudah ditemukan warga setempat puluhan tahun lalu. 

SURYAMALANG.COM, MAGETAN - Sejak dibukanya Taman Wisata Wonomulyo di Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, keberadaan sejumlah arca yang diduga situs purbakala jadi viral di media sosial. Sayang, Pemerintah Kabupaten Magetan malah belum mengetahui keberadaan situs purbakala itu.

Menurut Sulistyo, Kepala Dusun Wonomulyo, Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, keberadaan arca kuno yang berada di Lembah Sepi Angin atau Ksatrian itu beberapa di antaranya menyerupai wajah raksasa, yang biasa ditemukan di candi-candi Jawa, sudah diketahuinya sejak puluhan tahun lalu. Tapi karena lokasi medan untuk mencapai situs purbakala itu agak sulit, waktu itu, tidak banyak yang tertarik.

"Waktu saya masih sekolah dasar, kelas IV saya sering diajak Kakek saya ke lokasi situs purbakala itu. Kata Kakek saya, dulu arca arca itu banyak jumlahnya. Tapi, kemungkinan sebagian sudah terpendam longsoran gunung sehingga hanya itu yang tersisa,"kata Sulistyo yang saat ini berusia lebih 35 tahun ini, kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (30/12/2017).

Meski sudah diketemukan lama, tambah Sulistyo, lokasi situs yang dikenal warga setempat dengan nama Lembah Sepi Angin, belum diketahui peninggalan zaman apa.

Apalagi lokasi Lembah Sepi Angin itu jauh dari pemukiman warga, sehingga banyak warga setempat yang tidak mengetahui tentang infornasi situs purbakala itu peninggalan zaman kerajaan apa.

"Menurut cerita Kakek saya, dulu ada batu menyerupai gapura, sehingga mirip dengan pintu masuk dusun. Kemungkinan di zaman kerajaan, tapi kerajaan apa, tidak banyak yang tahu, lokasi situs purbakala itu adalah perkampungan,"jelas Sulityo.

Dikatakan Sulistyo, sejak lokasi situs purbakala itu banyak didatangi warga dari luar daerah, warga setempat secara bergilir mengawasi tempat itu. Mereka khawatir situs purbakala itu jadi sasaran penjarahan pemburu benda purbakala.

"Kita sekarang ini secara bergiliran mengawasi benda benda bersejarah itu. Kita khawatir ada tangan penjarah yang akan mengambil benda bersejarah itu,"kata Sulistyo.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Magetan Winarto menyebutkan, situs purbakala yang berada di lereng Gunung Lawu di Dusun Wonomulyo, Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan itu belum pernah dilaporkan, sehingga keberadaannya tidak sampai diketahui.

"Situs di Genilangit yang saat ini viral setelah dibukanya taman wisata di Dusun Wonomulyo itu baru diketahui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, karena selama ini dari masyarakat dan perangkat desa setempat tidak ada laporan,"jelas Winarto yang dikonfirmasi, Sabtu (30/12/2017).

Saat ini situs purbakala yang terdata di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan baru 117 situs. Sedang situs purbakala yang berada di Genilangit itu belum diketahui peninggalan dari zaman apa.

"Dengan adanya informasi dari teman-teman jurnalis itu, kami sudah meneruskan ke museum arkeologi di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.

"Pihak musim Trowulan berjanji akan melakukan penelitian di Genilangit itu,"kata dalang wayang kulit kondang di Magetan ini.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved