Malang Raya

7 Tahun Petani Batu Kembangkan Mawar Holland di Desa Punten, Ada Untung - Rugi Tersendiri

Mawar Holland ini lebih tahan lama. Jika mawar lokal hanya bisa bertahan hingga 1 minggu saja, mawar Holland bisa bertahan hingga 15 hari.

7 Tahun Petani Batu Kembangkan Mawar Holland di Desa Punten, Ada Untung - Rugi Tersendiri
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Nur Aziz petani mawar di Desa Punten menunjukkan mawar Holland. Mawar Holland ini banyak diminati pembeli ketimbang mawar lokal. 

 SURYAMALANG.COM - Tidak mudah mengembangkan bibit mawar yang berasal dari luar daerah, apalagi dari luar negeri yang notabene memiliki hawa dingin.

Tetapi di Kota Batu bibit mawar tersebut bisa berkembang, bahkan menjadi primadona dan banyak diburu oleh pembeli.

Seperti halnya di lahan milik Nur Aziz, di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji.

Saat SURYAMALANG.COM berkunjung, Rabu (3/1/2018), ia dan petani lainnya sedang mempersiapkan mawarnya untuk bisa dipanen. 

Di lahannya seluas 500 meter persegi itu, terlihat hamparan mawar Holland.

Mulai dari warna merah, putih, soft pink. Dan ada satu lagu mawar kuning yang berasal Ekuador, Amerika Selatan.

Aziz mengatakan, mawar Holland ini lebih banyak diminati ketimbang mawar lokal.

Ia sudah mengenbangkan mawar Holland sejak 7 tahun lalu.

"Dari kelopaknya sudah jauh beda dari mawar lokal. Lebih tebal, lebih besar, lebih lebat. Kalau mawar lokal lebih sedikit kelopaknya," kata Aziz kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (3/1/2018).

Tak hanya itu, dari durinya, mawar jenis ini durinya juga lebih sedikit.

Halaman
123
Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved