Sumenep
Sumenep Berdarah, Carok 1 Lawan 3 Orang Bermula dari Kejadaian pada 2008 Silam
Empat warga yang terlibat carok adalah Wahyudi (30) melawan Matsaini (35), Ainur Raam (27), dan Andi (25).
SURYAMALANG.COM, SUMENEP - Empat orang terlibat carok di Desa Bilis-Bilis, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep, Madura, Kamis (11/1/2017) malam.
Carok antara satu orang melawan tiga orang ini diduga akibat dendam lama yang dipicu masalah perempuan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Namun, tiga yang terlibat carok mengalami luka berat, dan satu orang lain mengalami luka ringan.
Empat warga yang terlibat carok tersebut adalah Wahyudi (30), warga Desa Duko, melawan Matsaini (35), warga Desa Sumber Nangka, Ainur Raam (27), dan Andi (25).
Carok itu juga melibatkan M Saleh (37), warga Desa Sumber Nangka.
Saleh bertindak sebagai pelerai aksi Carok tidak imbang tersebut.
Namun, akhirnya dia juga terluka kena sabetan senjata tajam milik orang yang terlibat carok.
Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Abd Mukit menyebutkan tragedi berdarah diduga karena dendam lama antara kedua belah pihak pada 2008 lalu.
Saat itu Wahyudi dibacok Ainur Rahman dan Mat Sani.
Selanjutnya pada 2010, giliran Wahyudi yang balas dendam dan membacok Ainur Rahman.
“Penganiayaan itu berawal atas dugaan Ainur Rahman dan Mat Sani menggoda istri Wahyudi pada 2008.”
“Dendam itu masih terus berlangsung hingga ada kejadian ini,” kata Abd Mukit kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (12/1/2017).
Dalam carok kemarin, awalnya Wahyudi berpapasan dengan Ainur Rahman dan Mat Sani di Jalan Desa Bilis-bilis.
Karena dendam lama, Ainur Rahman dan Mat Sani langsung mengejar Wahyudi.
Tidak hanya Ainur Rahman dan Mat Sani yang mengejar Wahyudi, tetapi juga diikuti Andi.
Tepat di jalan setapak Desa Bilis-Bilis, Wahyudi berhasil dicegat.
Lalu terjadi duel tidak imbang satu orang lawan tiga orang.
Wahyudi dan tiga lawannya sama-sama menghunus celurit dan pedang.
Mereka saling bacok sehingga mengakibatkan luka.
“Saat carok tidak imbang itu, datanglah M Saleh. Saleh adalah tokok masyarakat sekitar.”
“Dia datang untuk melerai carok tersebut.”
“Namun dia juga mengalami luka akibat kena sabetan senjata tajam.”
“Kemudian carok berhenti,” kata Farid, seorang warga.
Warga datang dan mengevakuasi empat orang itu setelah polisi datang ke lokasi.
“Andi yang juga mengalami luka berhasil kabur,” lanjut Farid.