Tulungagung
Ratusan Monyet Gunung Menyerang Tanaman Pertanian, Beragam Cara Ini Coba Dilakukan untuk Menghalau
Ada ide dengan menangkap beberapa monyet.Monyet yang tertangkap nantinya dicat warna-warni.
Penulis: David Yohanes | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Ratusan ekor monyet menyerang lahan pertanian milik warga Dusun Krajan, Desa Kedungcangkring, Kecamatan Pagerwojo.
Akibat serangan primata ini banyak tanaman para petani yang gagal panen.
Menurut penuturan warga, monyet dari Gunung Kunjung Panji Laras sudah ada sejak lama.
Namun dua tahun belakangan, monyet-monyet itu mulai menyasar tanaman pertanian.
Tingkah hewan ini semkain menjadi dalam beberapa bulan terakhir.
“Kalau dulu para petani bisa mengetahui kebiasaannya, menjelang panen monyet pasti turun. Tapi sekarang belum waktunya panen mereka juga sudah menyerang,” tutur seorang warga, Kasian (60).
Semua tanaman pangan, mulai singkong, jagung, kacang tanah, dan pisang dirusak kawanan monyet ini.
Jika sudah menyerang, setengah lahan pertanian bisa habis.
Akibatnya banyak warga yang gagal panen dan merugi.
Banyak warga yang membiarkan lahannya begitu saja.
Sementara yang bertahan mencoba melakukan penjagaan bersama-sama pagi hingga sore.
Mereka membawa senjata ketapel, petasan hingga galah untuk mengusir monyet.
“Tapi sering juga monyet-monyet itu tidak takut pada manusia. Mereka melawan dan berani mendekat. Akhirnya kami yang pilih menghindar,” ucap Kasian.
Para petani berharap ada solusi untuk mengusir monyet-monyet itu. Kepala Dusun Krajan, Desa Kedungcangkring, Agus Hardian (31) mengatakan, pihaknya sudah menerima keluhan warga sejak beberapa bulan silam.
Saat itu diputuskan dilakukan penjagaan.
“Tapi ternyata semakin lama monyetnya semakin berani, sehingga menjaga lahan juga tidak terlalu efektif. Monyet-monyet itu masih merusak tanaman warga,” keluhnya.
Sempat diusulkan agar dipasang jaring untuk menghalau monyet.
Namun cara itu dipandang membutuhkan biaya besar.
Solusi lainnya dengan mengganti tanaman dengan padi dan cabai.
Namun cara ini juga tidak disetujui petani, karena mereka butuh tanaman musiman.
Sedangkan solusi ketiga adalah dengan menangkap beberapa monyet.
Monyet yang tertangkap nantinya dicat warna-warni.
“Harapannya monyet yang lain akan jera, sehingga yang lain tidak berani lagi menyerang tanaman warga,” ujar Agus.