Breaking News:

Malang Raya

Program Smart City di Kota Batu Jangan Sampai Mangkrak, Ini Imbauan Dewanti kepada Dinas Terkait

Aplikasi Batu Among Tani Teknologi dari program Smart City di Kota Batu sudah berjalan hampir setengah tahun sejak 2017.

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Operator Smart City menunjukkan program Among Warga di Ruang Command Center Smart City lantai 5 Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Selasa (16/1/2018). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Aplikasi Batu Among Tani Teknologi dari program Smart City di Kota Batu sudah berjalan hampir setengah tahun sejak 2017. Tentunya, aplikasi yang memakan biaya besar ini jangan sampai mangkrak.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan, ia ingin aplikasi ini berjalan secara sempurna. Bahkan, Dewanti mewajibkan seluruh Dinas di Pemkot Batu harus terkoneksi dengan Smart City.

Dewanti Rumpoko
Dewanti Rumpoko 

"Smart City di Batu ini sudah bekerja sama dengan Smart City di Surabaya. Jadi tidak boleh sia-sia, anggarannya besar loh," kata Dewanti, Selasa (16/1/2018).

Kerja sama dengan Smart City Surabaya ini seperti pelayanan e-KTP, IMB, dan masih banyak lagi. Dewanti tidak ingin program dengan anggaran Rp 10 Miliar ini hanya sekedar nama.

"Minggu depan nanti semua dinas dikumpulkan, dan akan dijelaskan bagaimana nanti kerjanya ketika bergabung. Karena masih banyak yang belum tahu kan," sambung Dewanti.

Ia mencontohkan, semisal Dinas Lingkungan Hidup, apabila nanti ada warga yang memberikan laporan adanya sampah berserakan, nanti bagaimana dinas yang bersangkutan merespon.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Arief As Siddiq mengatakan di dinasnya juga ada yang namanya Tim Reaksi Cepat. Dinasnya juga pasti bergabung dengan program ini.

"Kami punya yang namanya tim reaksi cepat. Bahkan sebelum ada Smart City, tim kami juga sudah merespon ketika ada sampah yang berserakan. Ya tentu kami pasti bergabung," kata Arief.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Alfi Nurhidayat.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataam Ruang (DPUPR) membuat satu terobosan berbasis media internet. Terobosan yang diberi nama Aspal Buton ini memang sudah ada sejak akhir bulan 2016. Aplikasi ini sudah beroperasi sejak pertengahan tahun 2017.

Alfi mengatakan dengan Aspal Buton ini masyarakat bisa melaporkan dan menambal jalan sendiri. Tanpa harus menggunakan alat berat.

"Tapi untuk jalan yang berlubang kecil. Tidak terlalu lebar. Kalau kerusakan parah ya pakai alat berat dan di hotmik," kata dia.

Bahkan aplikasi ini siap tergabung dengan Smart City. Karena pastinya akan mempermudah warga untuk melaporkan, terutama yang berkaitan dengan jalan berlubang. 

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved