Malang Raya

Pengawas Perusahaan, Lembaga Ini yang akan Mengawasi dan Tangani Kasus Perusahaan di Malang

Dalam menjalankan tugas penyidikan terhadap suatu persoalan, akan bekerjasama dengan penyidik kepolisian.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Sembilan perusahaan di Kabupaten Malang penerima penghargaan dari Gubernur Jatim dalam kesehatan dan keselamatan kerja serta zero accident, Jumat (19/1/2018). 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Pola penanganan persoalan dan kasus di sebuah perusahaan di Malang kini menjadi kewenangan penuh kantor wilayah (Korwil) Pengawasan Perusahaan Pemprov Jatim.

Dengan demikian, semua kasus yang terjadi di Perusahaan mulai kecelakaan kerja, musibah di perusahaan, pelanggaran aturan kerja, dan lainya sesuai prosedur serta aturan sekarang menjadi kewenangan pengawas perusahaan Pemprov Jatim.

Kepala Kantor Wilayah (Korwil) II Pengawas Perusahaan Pemprov Jatim, Hery Suprapto mengatakan, pihaknya memiliki petugas penyidik spesialis dalam menindaklanjuti terjadinya persoalan di suatu perusahaan.

Dengan demikian, hasil penyidikan tersebut nantinya akan menjadi dasar tindak lanjut dari persoalan tersebut.

"Di situ nantinya penyidik dari pengawas perusahaan bisa menentukan ada pelanggaran teknis ataupun non teknis dari persoalan yang terjadi di suatu perusahaan," kata Hery Suprapto usai menyaksikan penyerahan penghargaan kepada tujuh perusahaan di Kabupaten Malang, Jumat (19/1/2018).

Dijelaskan Hery Suprapto, dalam menjalankan tugas penyidikan terhadap suatu persoalan, seperti terjadinya kecelakaan kerja, pihaknya akan bekerjasama dengan penyidik kepolisian.

Hasil penyidikan bisa disingkronkan dengan hasil penyidikan kepolisian sehingga bisa diambil kesimpulan dalam tindak lanjut kasus yang terjadi. Termasuk dalam penyidikan Labfor.

"Jadi sesuai prosedur penyidik pengawas perusahaan memiliki kewenangan melakukan olah TKP dan sebagainya bersama Polisi dari sebuah kasus di perusahaan yang telah di police line," ujar Hery Suprapto.

Hanya saja, untuk menjalankan tugas pengawasan terhadap sekitar 1.200 perusahaan yang terdaftar wajib lapor ke Disnaker Kabupaten Malang saat ini Korwil II baru memiliki enam personel.

Mereka memiliki tugas cukup berat karena selain melakukan penyidikan bila terjadi kasus di suatu perusahaan, juga memiliki tugas memeriksa kondisi fisik setiap perusahaan.

"Dengan demikian bisa dimaklumi bila masih ada kekurang optimalan dalam hal pengawasan perusahaan yang kami lakukan," ucap Hery Suprapto.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo mengatakan, Disnaker saat ini selalu bersinergi dengan Korwil Pengawas Perusahaan Pemprov Jatim.

Baik dalam hal pembinaan maupun penanganan persoalan di suatu perusahaan yang ada di Kabupaten Malang.

"Dengan demikian, terjadinya kasus dan persoalan bisa diminimalisir sejak awal sehingga kondisi perusahaan berjalan dengan baik tanpa masalah," kata Yoyok Wardoyo.

Oleh karena itu perusahaan di Kabupaten Malang saat ini betul-betul memperhatikan kondisi perusahaan yang aman.

Baik kondisi tenaga kerja, pemenuhan hak pekerja, keselamatan kerja, dan sebagainya.

Berkat kerjasama dalam pembinaan perusahaan-perusahaan di Kabupaten Malang terjadinya kasus dan persoalan terus mengalami penurunan setiap tahunnya.

Hal itupun, juga ditandai dengan adanya sembilan perusahaan di Kabupaten Malang yang berhasil mendapatkan penghargaan Sistem Managemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3), Human Immunodeficiency Virus (HIV), dan zero accident (kecelakaan nihil) dari gubernur Jawa Timur (Jatim).

"Itu sebagai bukti perusahaan-perusahaan di Kabupaten Malang sudah peduli dan memperhatikan serta selalu memenuhi hak dari pekerjanya sehingga minim persoalan. Dan itu berkat upaya pembinaan yang terus kami lakukan," tutur Yoyok Wardoyo.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved