Surabaya

Tinggal di Dolly, Siswi SD Kecanduan Seks, Beragam Upaya Dilakukan untuk Menghentikannya

Setidaknya ada dua orang psikolog dan satu psikiater yang diterjunkan untuk melakukan pengecekan rutin pada bocah dengan inisial nama YK itu.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: eko darmoko
IST
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya terus melakukan pemantauan terhadap bocah perempuan yang kecanduan seks asal Tambak Wedi, YK.

Setidaknya ada dua orang psikolog dan satu psikiater yang diterjunkan untuk melakukan pengecekan rutin pada bocah dengan inisial nama YK itu.

Saat ini, penggunaan obat untuk menurunkan libido bocah tersebut masih terus dilakukan.

Lantaran perawatan masih tahap awal dan kemungkinan untuk YK melakukan penyimpangan seksual masih tinggi, kini bocah tersebut dilarang untuk menggunakan smartphone.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya Nanis Chairani, mengatakan penggunaan ponsel untuk YK di bawah kontrol ketat.

"Dalam kontrol ketat. Kalau mau pakai ponsel ditanyai betul untuk apa. Tidak boleh buat buka YouTube, karena dia sudah biasa menonton film p0rno di YouTube," kata Nanis, yang ditemui di Balai Kota Surabaya, Jumat (19/1/2018).

Pihaknya juga berkoordinasi dengan orang tua bocah berusia delapan tahun itu untuk tidak mengutarakan kata-kata yang memicu hasrat atau berbau p0rnografi.

Sebab hal tersebut bisa jadi akan membuat proses pengobatan untukk YK menjadi lama. Sebab saat ini pemberian obat masih dilakukan oleh dokter.

Sampai hari ini psikolog masih terus datang melakukan konsultasi dengan YK. Ada dua psikolog yang didatangkan ke rumah YK.

"Sebelumnya psikolog sudah kami wanti untuk tidak berkunjung dengan kondisi yang mencolok. Agar tidak memancing penasaran para tetangga," katanya.

Sedangkan untuk psikiater yang menangani YK, dikatakan Nanis standby di RSUD dr Soewandhi. Jika YK akan check up, YK yang akan datang ke rumah sakit.

Menurut Nanis, YK masih belum dibawa ke rumah aman atau shelter milik Pemkot. Ini lantaran YK masih mengidap penyakit TBC akibat tertular oleh sang nenek yang tinggal di eks lokalisasi Dolly.

"Sekarang masih belum dibawa ke rumah aman. Masih nunggu TBC-nya sembuh, dan sambil melihat perkembangan obat jalannya. Kalau dirasa tidak perlu dipisahkan dari keluarga ya tidak akan dibawa ke shelter, sebab tempat paling efektif sebetulnya ya bersama keluarga," kata Nanis.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, YK adalah bocah perempuan kelas 1 SD yang mengidap sex addict. Ia ditangani Pemkot setelah dilaporkan orang tuanya mengalami perilaku menyimpang.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved