Breaking News:

Surabaya

Prostitusi Gang Dolly Zaman Now Terungkap, Ternyata Segini Tarif Kencani Para Wanitanya

Wanita penghibur sengaja tidak dijajakan secara terbuka.Baru kalau ada tamu yang sepakat, maka wanita itu sudah siap melayani kencan sang tamu.

SURYAMALANG.COM/Fatkhulalami
Wanita yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Jl Jarak Gang Dolly Surabaya yang diamankan polisi, Mingu (21/1/2018) 

Begitu ada transaksi dan sepakat, maka sang Basuki dan Taspirin kembali ke wisma memberi tahu wanita penghibur ada tamu yang siap dilayani.

"Saya tawarkan ke tamu Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu ditambah sewa kamar Rp 50 ribu sekali kencan. Dari tarif itu, saya mendapat bagian Rp 20 ribu dan sisanya untuk wanita," aku Basuki di Mapolrestabes Surabaya, Minggu (21/1/2018).

Dia menuturkan, wanita penghibur sengaja tidak dijajakan secara terbuka.

Baru kalau ada tamu yang sepakat, maka wanita itu sudah siap melayani kencan sang tamu.

Basuki sudah bekerja sebagai mucikari di Gang Dolly dalam satu tahun terakhir ini.

Sedangkan Taspirin mengaku, sudah bekerja sebagai mucikari di Gang Dolly selama tiga tahun terakhir ini.

Dia melakukan praktik prostitusi secara sembunyi-sembunyi karena Gang Dolly sudah dilarang oleh Pemkot Surabaya.

"Tidak berani secara terbuka, baru kalau ada tamu diantar bertemu dengan wanita. Itu pun tidak seramai seperti saat Dolly masih buka," aku Taspirin.

Diberitakan sebelumnya, Unit PPA Satreskrim Polretabes Surabaya mencicuk tujuh orang yang dari Gang Dolly itu.

Mereka itu, dua orang mucikari, Basuki (29) dan Tasripin (39), dua orang saksi AA (35) dan RB (19) asal warga Surabaya.

Sedangkan tiga wanita yang ikut diciduk merupakan korban alias wanita penghibur (PSK), yakni HDY (37), LK (42) dan YS (29).

Mereka diciduk tim Unit PPA Satreskrim Polretabes Surabaya di Wisma New Borneo Jl Jarak Gang Dolly, Dukuh Kupang Timur Surabaya lantaran aktivitas bisnis prostitusi, Minggu (21/1/2018) dini hari.

Penulis: fatkhulalami
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved