Breaking News:

Nasional

Selama Sepekan Presiden Jokowi Kunjungi Lima Negara, Ternyata Ini Tujuannya . . .

Di Bangladesh, Presiden Jokowi akan membawa isu perdamaian. Diketahui, Bangladesh adalah negara tujuan pengungsi Rohingya

Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam peresmian SMAN Taruna Nala di Kelurahan Tlogowaru, Kota Malang, Sabtu (3/6/2017). 

SURYAMALANG.COM - Presiden Joko Widodo dijadwalkan melaksanakan kunjungan bilateral ke lima negara pada 24-29 Januari 2018 yang akan datang, yakni Srilanka, India, Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan.

"Kelima negara ini adalah mitra, sahabat Indonesia sejak lama. Bahkan beberapa dari negara itu sudah bersama kita semenjak awal perjuangan, membentuk Konferensi Asia-Afrika dan Gerakan Nonblok," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di kantornya pada Senin (22/1/2018).

Di Srilanka, Pakistan, Bangladesh dan Afghanistan, Presiden Jokowi bakal memperkuat komitmen kerjasama perdagangan yang sebetulnya telah terjalin lama.

Bahkan Indonesia telah memiliki kerangka kerjasama perdagangan dengan nama preferencial trade agreement.

"Beberapa negara di antaranya sudah konfirmasi, positif, tapi masih ada beberapa negara yang mengatakan, apa tidak sebaiknya langsung free trade agreement saja. Jadi akan kami lakukan bertahap," ujar Retno.

Khusus soal India, Presiden tidak melakukan pertemuan bilateral dengan kepala negara. Di sana, Presiden Jokowi menghadiri acara peringatan 25 tahun kemitraan India di Asean.

Di Bangladesh, Presiden Jokowi akan membawa isu perdamaian. Diketahui, Bangladesh adalah negara tujuan pengungsi Rohingya.

Presiden Jokowi, lanjut Retno, juga akan menyerahkan bantuan bagi pengungsi Rohingya yang masih mengungsi di Bangladesh.

Pihak Kemenlu telah berkoordinasi dengan pemerintah Bangladesh soal apa yang dibutuhkan pengungsi sehingga apa yang diserahkan kepada mereka tepat sasaran.

"Bantuan ini sekali lagi tidak hanya dari pemerintah, tapi juga bantuan dari masyarakat, NGO kemanusiaan. Tapi kita semua jadi satu, Indonesia incooperated," lanjut Retno.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved