Surabaya

Lakukan Layanan Hubungan tak lazim Bertarif Bareng Suaminya, Wanita Muda Ini Beberkan Pengalamannya

Begitu Vera dan suaminya ada yang mengajak kencan melalui chatting di facebook (FB), Vera langsung menawarkan tarif.

Penulis: fatkhulalami | Editor: Dyan Rekohadi
craveonline.com
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Vera (20) menjadi wanita penyedia jasa untuk memuaskan pria hidung belang dengan memberi layanan hubungan badan nyeleneh.

Ibu muda yang tinggal di Jl Tambak Wedi Baru Surabaya ini tak canggung mengajak serta suaminya MR (24) saat memberi layanan seks nyeleneh bertarif itu.

Vera mengaku menerima tawaran hubungan badan nyeleneh dengan seorang pria hidung belang yang mengajak kencan di hotel lantaran himpitan ekonomi.

Wanita  ingin mendapatkan uang pemasukan guna memenuhi kebutuhannya.

Begitu Vera dan suaminya ada yang mengajak kencan melalui chatting di facebook (FB), Vera langsung menawarkan tarif.

Dia mematok harga Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu sekali kencan.

"Setelah sepakat harga dan hotel, saya dan suami langsung menuju hotel untuk kencan. Saya melakukan ini supaya mendapat uang," tutur Vera di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (23/1/2018).

Wanita yang bekerja sebagai babby sitter ini mengaku, sudah mengajak suaminya memberi layanan prostitusi itu sebanyak empat lagi.

Lokasinya selalu di hotel dan yang menentukan pria hidung belang yang mengajaknya kencan bertiga.

Vera dan MR digerebek Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polretabes Surabaya ketika sedang kencan di sebuah hotel di Surabaya pusat, Senin (22/1/2018) malam.

Pada saat digerebek di kamar hotel, ada dua laki-laki dan seorang perempuan dalam keadaan tak memakai busana. Dua orang laki-laki telanjang di tempat tidur, sedangkan seorang wanita di sedang mandi.

"Mereka bertiga baru selesai melakukan aktivitas seksual di kamar hotel," tutur Kombes Pol Rudi Setiawan, Kapolrestabes Surabaya.

Menurut Rudi, modus yang dilakukan pelaku ini bermula dari bergabungnya grup facebook (FB) yang anggotanya mencapai 11 ribu orang.

Grup itu memberi informasi soal layanan seks "thresome".

Lantaran kejahatan ini memanfatkan Medsos, Rudy mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan cyber crime Polda dan Kominfo Jatim guna menangani kasus ini.

"Nanti kerja sama dengan tim cyber crime Polda Jatim dan Kominfo untuk melakukan pemblokiran akun media sosial ini," terang Rudi.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved