Malang Raya

Rieke Diah Pitaloka Dukung Petani Tolak Impor Beras, Paparkan Data Surplus Produksi Padi

Meskipun saat ini harga beras di pasar atau di tingkat konsumen mahal,harga beli gabah di petani tetap murah.

SURYAMALANG.COM/IST
Rieke Diah Pitaloka bersama petani di Singosari Malang 

SURYAMALANG.COM, SINGOSARI - Petani di Desa Toyomarto Kecamatan Singosari Kabupaten Malang menolak rencana impor beras oleh pemerintah.

Penolakan ini disampaikan dalam aksi dadakan usai panen di desa setempat, Sabtu (27/1/2018).

Anggota Komisi VI DPR Ri Rieke Diah Pitaloka juga ikut dalam aksi tersebut.

Rieke menemui petani di Toyomarto usai menjadi pembicara seminar politik di sebuah hotel di Kota Malang.

Aksi itu diawali dengan panen padi di areal padi di Dusun Ujung Desa Toyomarto.

Setelahnya, sejumlah petani membentangkan beberapa poster. Poster itu, antara lain, bertuliskan 'Tolak Impor Beras', 'Beli dan Konsumsi Beras Petani Indonesia, juga 'Petani Indonesia Panen'.

Seorang petani setempat, Samsul Arifin menegaskan penolakannya jika pemerintah mengimpor beras.

"Kami, petani menolak. Kami tidak setuju. Harga gabah saat ini murah di petani. Kalau sampai ada impor beras, harga akan menjadi berapa. Petani terus makan apa. Apalagi saat ini ada panen padi sampai dengan April nanti," ujar Samsul.

Karenanya, ia bersama teman-temannya menyuarakan penolakan rencana impor beras.

Meskipun saat ini harga beras di pasar atau di tingkat konsumen mahal, menurut Samsul, harga beli gabah di petani tetap murah.

Halaman
123
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved