Senin, 18 Mei 2026

Malang Raya

Diduga Depresi Usai Jual Motor, Pria Ini Tewas Gantung Diri di Pohon Karet di Dampit Malang

korban ditemukan tergantung dengan seutas tali plastik terikat di lehernya dan terkait menggantung di pohon karet di kebun Desa Srimulyo

Tayang:
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eko darmoko
Kompas.com
Ilustrasi Gantung Diri 

SURYAMALANG.COM, DAMPIT - Diduga mengalami depresi berat, Paidi (25) warga Desa Sekarbanyu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang nekat gantung diri.

Tubuh korban ditemukan tergantung dengan seutas tali plastik terikat di lehernya dan terkait menggantung di pohon karet di kebun Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit Kabupaten Malang, Minggu (28/1/2018).

Kasubag Humas Polres Malang, AKP Farid Fathoni menjelaskan, dari laporan masuk disebutkan kasus gantung diri tersebut berawal dari kedatangan korban ke kebun karet di belakang rumah salah satu warga Desa Srimulyo yang juga masih kerabatnya sekitar pukul 15.00 WIB.

"Tidak ada yang curiga atas kedatangan korban ke kebun karet di belakang rumah tersebut," kata Farid Fathoni mendampingi Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, Senin (29/1/2018).

Beberapa saat kemudian, menurut Farid Fathoni, salah satu warga menjumpai tubuh korban sudah dalam posisi menggantung di pohon karet. Hal itu pun membuat warga terkejut dan kejadian tersebut dilaporkan ke perangkat desa setempat yang meneruskan laporan ke Polsek Dampit.

Jajaran petugas Polsek Dampit yang datang bersama petugas medis Puskesmas Dampit, menurut Farid Fathoni langsung melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban.

Petugas medis tidak menemukan adanya bekas luka penganiayaan dan tubuh korban menunjukkan tanda-tanda meninggal dunia karena gantung diri.

Dari keterangan keluarga, dikatakan Farid Fathoni, korban sejak kecil sering mengalami sakit depresi. Dan diduga, perbuatan nekat korban gantung diri karena depresi rasa takut berlebihan setelah menjual sepeda motornya tanpa sepengetahuan dan izin orang tuanya.

"Keluarga menerima apa yang terjadi pada korban sebagai musibah, dan keluarga menolak dilakukan visum dengan membuat surat pernyataan. Dan jenazah korbanpun diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," tutur Farid Fathoni.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved