Malang Raya

11 Proyek Jalan dan Jembatan di Kabupaten Malang Diduga Rugikan Keuangan Negara Rp 1,06 Miliar

terjadinya indikasi dugaan korupsi sebenarnya telah disampaikan ke Pemkab Malang, tapi ternyata sampai sekarang tidak ada tindakan

11 Proyek Jalan dan Jembatan di Kabupaten Malang Diduga Rugikan Keuangan Negara Rp 1,06 Miliar
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Badan Pekerja MCW divisi Korupsi Politik, Muhammad Afiif (kiri), menunjukkan data kerugian negara yang terjadi dalam proyek di Kabupaten Malang, Selasa (6/2/2018). 

SURYAMALANG.COM - Sejumlah proyek jalan dan jembatan di Kabupaten Malang terindikasi dugaan merugikan keuangan negara mulai tahun 2014 - 2016 hingga mencapai Rp 1,06 Miliar. Hal itu diketahui dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dan hasil monitoring serta kajian Malang Corruption Watch (MCW).

Divisi Korupsi Politik MCW, Muhammad Afiif menjelaskan, kerugian negara yang timbul dalam proyek jalan dan jembatan di Kabupaten Malang lebih disebabkan oleh adanya pengurangan volume pengerjaan pada 11 proyek jalan dan jembatan mulai tahun 2014 hingga 2016.

"Untuk masing-masing proyek nilai pengurangan volume dari hasil audit BPK bervariasi, dari puluhan juta rupiah hingga ratusan juta rupiah," kata Afiif didampingi Divisi Riset dan Badan Pekerja MCW, Bayu Diktiarsa, Selasa (6/2/2018).

Dijelaskan Afiif, terjadinya indikasi dugaan korupsi sebenarnya telah disampaikan ke Pemkab Malang, tapi ternyata sampai sekarang tidak ada tindakan atau langkah nyata apapun.

Bahkan, meski telah terindikasi dugaan merugikan keuangan negara, para kontraktor tersebut tetap saja bisa mengikuti lelang dan berhasil menang tender mendapat proyek yang sama berskala besar di Kabupaten Malang.

"Ini yang dirasa aneh dan janggal, audit BPK sudah jelas ada kerugian negara tapi mengapa mereka yang diduga bertindak curang tetap tidak ditindak oleh Pemkab Malang," ucap Afiif.

Memang, diakui Afiif, para pelaksana proyek yang diduga mengurangi volume pekerjaan tersebut selalu berkelit dari kondisi alam. Di antaranya karena hujan lebat dan tanah labil serta lainya sehingga proyek jalan dan jembatan dengan biaya anggaran hingga miliaran rupiah yang baru selesai dikerjakan seminggu sudah mengalami kerusakan.

Alasan tersebut secara logika bisa diterima masyarakat, tetapi dari hasil penelitian dan audit BPK diketahui ada penurunan volume pengerjaan.

"Jadi itu yang menjadi persoalan. Audit dan penelitian hasil pengerjaan proyek tidak bisa dibohongi begitu saja karena kondisi alam menjadi alasan rusaknya jalan dan jembatan yang baru dibangun," tandas Afiif.

Di samping itu, tambah Afiif, MCW menduga ada yang tidak transparan dalam proses yang dijalankan Lelang Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Malang. Ini setelah kontraktor pelaksana proyek berskala besar selalu sama pemenangnya.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved