Arema Malang
Ini Kelemahan Kiper Arema FC yang Harus Segera Dibenahi
Begal menjelaskan posisi penjaga gawang sangat vital di tim. Ketika ada kesalahan kecil, akibat yang ditanggung tim sangat fatal.
Penulis: Alfi Syahri Ramadan | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Arema FC tidak mau gagal lagi usai tersingkir dari Piala Presiden 2018.
Kini Singo Edan mulai menatap turnamen terdekat, yakni Piala Gubernur Kaltim 2018.
Turnamen tersebut akan dijadikan sebagai pematangan tim jelang turun di kompetisi.
Apalagi saat turnamen Piala Presiden 2018, masalah mental masih menjadi kendala utama tim Arema FC.
Masalah mental itu mempengaruhi penampilan tim secara keseluruhan.
Di antara posisi yang mendapat sorotan adalah penjaga gawang.
Dari empat partai di Piala Presiden, Singo Edan kemasukan enam gol.
Pelatih kiper Arema FC, Yanuar Hermansyah menjelaskan posisi penjaga gawang sangat vital di tim.
Makanya ketika ada kesalahan kecil, akibat yang ditanggung tim sangat fatal.
“Memang penjaga gawang dituntut selalu tampil sempurna.”
“Sebab, penjaga gawang adalah benteng terakhir bagi tim.”
“Penjaga gawang perlu mental kuat agar bisa tampil maksimal,” ucap Yanuar Hermansyah kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (9/2/2018).
Saat Arema FC memiliki lima penjaga gawang.
Kualitas lima pemain itu hampir merata.
Namun, mentalnya masih perlu diasah.
Sebab, pemain yang dipercaya turun mengawal gawang Arema FC terlihat masih kurang tenang beberapa kali.
“Kalau teknik, tidak ada masalah.”
“Semuanya punya teknik yang bagus.”
“Tetapi ketenangan dalam bermain masih perlu diperbaiki.”
“Hal itu mempengaruhi performa secara keseluruhan,” terang pelatih yang akrab disapa Begal itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kiper-arema-fc-utam-rusdiana_20171211_163522.jpg)