Breaking News:

Blitar

30 Tahun Numpang Jualan di Lahan PT KAI Blitar, Ratusan Pedagang Enggan Direlokasi

RATUSAN PEDAGANG NUMPANG JUALAN SELAMA 30 TAHUN DI LAHAN PT KAI #BLITAR. Kini, mereka masih enggan direlokasi. Reaksi pejabat-->>

samsul hadi
Kios pedagang loak di Pasar Templek yang rencananya direlokasi Disperindag ke bekas lahan RPH Kepanjenkidul, Kota Blitar. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Pedagang loak di Pasar Templek, Kota Blitar, mengusulkan tempat relokasi di sekitar Pasar Hewan Dimoro.

Perwakilan pedagang loak, Imam Butahal alias Doni, mengatakan, di sekitar Pasar Hewan Dimoro masih ada lahan kosong milik Pemkot Blitar. Lahan kosong di sekitar pasar hewan lumayan luas.

Para pedagang loak meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar mengusulkan pedagang loak menggunakan lahan itu untuk merelokasi pedagang loak di Pasar Templek.

"Kalau disuruh memilih tempat relokasi, pedagang memilih bisa pindah di sekitar pasar hewan (Dimoro). Di sana lahan kosongnya luas dan aksesnya mudah," kata Doni, Jumat (16/2/2018).

Tetapi, kata Doni, para pedagang loak sebenarnya fleksibel. Para pedagang mau dipindah ke mana saja asalkan tempat relokasinya memadai. Lahan untuk merelokasi pedagang tidak terlalu sempit. Akses jalan menuju ke tempat relokasi mudah. Posisi tempat relokasi juga tidak tersembunyi.

"Dengan begitu kondisi berjualan pedagang tetap ramai," ujarnya.

Dikonfirmasi soal itu, Kepala Dispeindag Kota Blitar, Arianto mengatakan tidak bisa memenuhi usulan tempat relokasi dari pedagang. Alasannya, lahan kosong di sekitar Pasar Hewan Dimoro rencananya untuk pasar burung.

Rencana pembangunan pasar burung akan dilaksanakan pertengahan tahun ini. Pasar burung baru itu untuk merelokasi pedagang di pasar burung lama yang sekarang berada di selatan pasar hewan.

Posisi pasar burung lama itu satu kawasan dengan pasar hewan.

"Kalau pedagang loak minta pindah di sekitar pasar hewan tidak bisa. Di sana akan dibangun pasar burung tahun ini," kata Arianto.

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved