Surabaya

VIDEO - Melihat dari Dekat Anak-anak Kecil di Kampung Bekas Pusat Maksiat

KAMPUNG BEKAS PUSAT MAKSIAT. Dulu, anak-anak kecil terbiasa melihat kehancuran moral di sekelilingnya. Kini, lihatlah kondisi mereka.

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Balai RW 3 Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur, dikunjungi sekitar empat puluhan anak-anak.

Mereka akan menggelar aktivitas rutin belajar bersama di lantai dua balai RW 3 setiap akhir pekan.

Anak-anak yang rata-rata masih duduk di bangku sekolah dasar itu, bersama-sama mengerjakan tugas sekolah.

Bahkan jika ada kesulitan dalam memahami materi di sekolah, biasanya pendamping belajar memberikan solusi  untuk mengatasi kesulitan tersebut.

Para pendamping belajar yang terdiri dari gabungan mahasiswa kota Surabaya itu menamakan diri sebagai komunitas Gerakan Melukis Harapan (GMH).

Mereka adalah pendamping sekaligus teman belajar anak-anak yang dulu hidup di antara gemerlap pusat maksiat Dolly.

Wikaning Tri Dadari (21), mengaku senang berproses sebagai volunteer GMH. Awalnya, Wikan hanya coba-coba, namun kini, ia didapuk sebagai manajer pendidikan yang memiliki tanggung jawab diantaranya mengelola sanggar belajar di balai RW 3.

"Peserta belajar disini ada sekitar 40 orang, mulai dari TK sampai Kelas 6 SD. Kami senang kalau ada tambahan peserta, semakin seru aja pokoknya main bareng adik-adik," ujar Wikan yang saat ini masih tercatat sebagai mahasiswi Jurusan Statistika Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Jawa Timur.

Terhitung sudah tiga tahun Wikan bergabung sebagai volunteer di GMH. Baginya, menjadi volunteer adalah hal yang menyenangkan dan ia tak merasa terbebani.

"Kuliah tetap lancar kok, dan kalau pas ujian kita boleh libur, kan masing-masing kampus jadwal ujian beda-beda, jadi bisa gantian," jelas Wikan kepada SURYAMALANG.COM, pekan lalu.

Wikan menyampaikan, hasil pendampingan belajar memberi dampak positif bagi adik-adik. Nilai-nilai di sekolah menjadi lebih baik dan ada juga beberapa yang ikut menjadi peserta olimpiade.

"Kami ada kelas khusus bagi adik-adik yang ingin belajar lebih dalam, misal untuk persiapan olimpiade atau cipta karya sastra dan seni," tandas Wikan. Aji Kusuma Admaja

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved