Sidoarjo

Penumpang asal Aceh Bawa 1,2 Kg Sabu-sabu, Begini Cara Memusnahkannya

SABU-SABU DIBLENDER - Totalnya 1,2 kg yang disita dari dua penumpang asal Aceh. Yakni Dedi Saputra (25) dan Nasrudin (33).

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Ada yang menarik saat pemusnahan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu di Lanudal Juanda, Senin (19/2/2018).

Tidak seperti biasanya BB narkoba itu tidak dibakar, tapi diblender ramai-ramai dan kemudian akan dibuang ke laut. 

Pemusnahan sabu di Lanudal yang disita petugas dari Bandara Juanda, Sidoarjo itu adalah kali pertama. Selama ini setiap BB narkoba diserahkan polisi dan dilanjutkan ke BNN. 

"Sejak 10 bulan penggagalan penyelundupan Sabu, baru kali ini kami musnahkan BB nya di sini," kata Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Bayu Alisyahbana sambil menuangkan kristal sabu ke dalam tabung blender. 

Bayu bersama Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji, BNN, Beacukai dan Kejaksaan ramai-ramai memusnahkan 1,2 kg Sabu di Lanudal Juanda. Mereka seakan lomba membuat jus. "Ini Jus Sabu," kelakar Himawan. 

Sejumlah pihak dan otoritas itu sudah koordinasi termasuk dengan kejaksaan memusnahkan BB 1,2 kg Sabu. Narkoba yang dikirim dari Batam melalui Bandara Juanda Surabaya ini ditaksir senilai Rp 1,2 miliar. 

Eman memang. Namun para petugas itu ingin memastikan bahwa BB sabu itu telah dimusnahkan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa sabu itu benar-benar sudah dimusnahkan. 

Selama ini, semua BB narkoba selalu diserahkan polisi bersama perkaranya. Dalam aturanya, BB itu kemudian diserahkan BNN. Badan narkoba inilah yang memusnahkan setiap BB barang terlarang itu. 

BB sabu 1,2 kg itu diamankan dari dua penumpang asal Aceh. Yakni Dedi Saputra (25), warga Desa Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh dan Nasrudin (33), warga Desa Glumpang, Kecamatan Matangkuli Aceh Utara. 

Keduanya membawa narkoba itu dari Batam. Kini penyelundupan narkoba itu digagalkan petugas di Bandar juanda dan dimusnahkan. 

Sebelum pemusnahan barang bukti, semua petugas bersama pengacara pemilik sabu dan kejaksaan meneken berita acara pemusnahan BB tersebut. 

Di hadapan media, ditunjukkan pula bagaimana mengetes dan memastikan kandungan sabu tersebut. Dengan metode mencampur sabu dengan cairan tertentu akan diketahui bahwa kristal ini benar-benar sabu.

Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Bayu menyampaikan bahwa semula pemusnahan itu akan dilakukan dengan cara dibakar. Namun lebih baik dimusnahkan dengan cara diblender. 

Begitu semua meraih serbuk putih, baik komandan Lanudal, Polres, Bea Cukai, dan BNN, mereka bareng-bareng menuang kristal putih itu ke dalam blender. Setalah dirasa cukup mereka ramai-ramai memblender. 

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan menuturkan bahwa  pemusnahan BB itu tak perlu menunggu keputusan hakim bersalah. Tak perlu menunggu ada keputusan pengadilan. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved