Malang Raya

SMKN 6 Kota Malang Terapkan Budaya Industri, Apa Saja Gerakan Ini? Yuk Diintip Guys

Sambil berjalan dievaluasi. Latar belakang memberlakukan ini karena selama ini kegagalan siswa saat wawancara kerja ada di softskillnya

SMKN 6 Kota Malang Terapkan Budaya Industri, Apa Saja Gerakan Ini? Yuk Diintip Guys
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Pelajar SMKN 6 Kota Malang 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kepala SMKN 6 Kota Malang, Eko Pudjimartono, melaunching sekolah berbudaya industri, Senin (19/2/2018).

Gerakan itu dengan menerapkan siswa berjalan di jalur hijau, memakai helm SNI, area bebas rokok, tidak terlambat datang dan berseragam lengkap. Serta menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja. 

"Ini masih proses sosialisasi buat semua warga sekolah," jelas Eko kepada SURYAMALANG.COM. Sambil berjalan dievaluasi. Latar belakang memberlakukan ini karena selama ini kegagalan siswa saat wawancara kerja ada di softskillnya.

"Untuk mendekatkan jarak dengan industri, maka sekolah membiasakan kehidupan budaya industri," kata Eko. 

Di industri, berjalan saja diatur. Kalau berjalan barengan akan cenderung ngrumpi dan berarti pemborosan waktu. Karena itu, sekolah mempersiapkan sarananya. Melakukan pengecatan jalur hijau tempat berjalan.

Kemudian ada marka jalan. Untuk memberi penghubung antar jalan ada zebra cross. Jika tidak ada zebra cross, maka harus berjalan sesuai tanda panah yang ada. Uji coba ini saat dilaksanakan juga terlihat ditaati. Siswa berjalan sendiri-sendiri di jalur hijau. Kadang ada yang lupa.

Namun teman-temannya meneriaki. "Jalanmu keliru," teriak beberapa siswa ketika ada siswa lain masih belum terbiasa. Kasek Eko pun mengaku harus menyesuaikan.

"Tadi saya juga ditegur staf gara-gara lupa," ujar Eko. Sehingga semua warga sekolah memang harus menyesuaikan

Termasuk walimurid yang datang ke sekolah. Sebelum menerapkan, sekolah sudah studi banding ke SMK NU Maarif Kudus atas rekomendasi dari Daihatsu. Siswa dan guru serta kasek melakukan pengecetan area di sekolah. Sedang yang menuju kelas, lantai keramik diberi tanda panah arah jalan.

Mumtazun Nisa, siswa kelas 10 RPL 3 menyatakan memang belum terbiasa dengan aturan itu.

"Ya biasanya jalannya kan bareng-bareng. Tapi setelah tahu manfaatnya untuk meningkatkan disiplin, ya bagus juga," ujar cewek manis ini. Sosialisasi dilakukan kasek saat upacara sekolah pada Senin pagi.

Untuk memantau kedisiplinan itu, dilibatkan kader budaya industri. Jumlahnya ada 56 anak. Kader itu berasal dari Osis, Paskibra dan eskul Ecosmart. Mereka akan piket bergantian. Zebra cross disiapkan antara lain di depan aula dan bengkel.

Dengan menerapkan ini diharapkan siswa tidak kaget saat bekerja di industri karena sudah terbiasa. Tamu juga guru juga mengikuti aturan ini. Di antara SMK di Kota Malang, baru ada di SMKN 6 yang seperti ini.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved