Malang Raya

Dua Politeknik di Kota Malang Belum Bisa Lakukan Pola 3-2-1

Politeknik Kota Malang (Poltekom) dan Politeknik Negeri Malang (Polinema) belum bisa menerapkan kurikulum dengan pola 3-2-1.

Dua Politeknik di Kota Malang Belum Bisa Lakukan Pola 3-2-1
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Drs Awan Setiawan MM. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Politeknik Kota Malang (Poltekom) dan Politeknik Negeri Malang (Polinema) belum bisa menerapkan kurikulum dengan pola 3-2-1.

Dua politeknik itu memiliki alasan dan sudah minta izin.

Pola 3-2-1 itu adalah tiga semester teori di kampus, dua semester di dunia industri, dan satu semester mengerjakan tugas akhir.

“Karena student body atau jumlah mahasiswanya banyak, Polinema sulit melaksanakan itu,” jelas Drs Awan Setiawan MM, Direktur Polinema kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (23/2/2018).

Sebab per angkatan bisa mencapai 3.000 mahasiswa.

Jika dua semester di dunia industri, butuh mitra cukup banyak.

Makanya Polinema tetap mempertahankan pola lama, yaitu 5-1 untuk jenjang D3, dan pola 7-1 untuk jenjang D4.

“Pola ini sudah berjalan 10 tahun,” papar Awan.

Polinema termasuk dari 12 politeknik negeri yang direvitalisasi Kemenristekdikti.

Pilihan polanya diperbolehkan.

Sebab, kondisi setiap politeknik berbeda.

“Kalau mahasiswanya tidak banyak, pola itu bisa,” ujarnya.

Sementara itu, Poltekom memakai pola 2-1-2-1.

“Saat Rakorpim Kopertis 2017, saya menawar tetap melaksanakan pola itu.”

“Yaitu dua semester di kampus, satu semester di industri, kemudian kembali ke kampus dua semester, dan satu di industri,” ujar Dr Isnandar MT, Direktur Poltekom.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved