Breaking News:

Lamongan

Tak Disangka, di Ruangan Inilah Kepala Sekolah Meniduri Calon Siswinya, Modusnya Ganti Seragam

Kepala Sekolah di Jalan Mastrip Gang Made Sebalong, Lamongan, Jawa Timur, bakal lebih lama merasakan hidup di dalam penjara

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: eko darmoko
Nova
Ilustrasi Korban Pelecehan Seksual 

"Juga menyesali semua perbuatannya," ungkat Adhi.

Menurutnya, tuntutan yang dibacakan JPU cukup tinggi. Yang memberatkannya adalah dia (terdakwa, red) adalah seorang guru.

Terdakwa dijerat pasal 81 ayat (3) jo pasal 76 D Undang -Undang RI nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-Undang RI nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Terhadap terdakwa selain dituntut 15 tahun penjara dipotong masa tahanan, juga denda Rp 1 miliar, subsider 6 bulan penjara.

Persidangan selanjutnya pada minggu depan adalah pledoi yang akan dibacakan pengacara terdakwa.

Sementara itu, penasehat hukum , Lukman Hakim Posbakum LABH Al-Banna dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan mengajukan dan membacakan pledoi pada persidangan minggu depan.

"Tugas kami akan mengajukan pledoi," kata Lukman.

Ditanya tingginya tuntutan Jaksa, Lukman mengatakan hanya bisa menghormati tuntutan itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejak Kamis (21/12/2017) Haris yang ditetapkan sebagai tersangka pemerkosaan terhadap calon siswa dan santrinya dijebloskan ke Lapas oleh Kejari Lamongan.

Haris dilaporkan korban LT (17) asal Blitar yang merupakan calon siswa terdakwa.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved