Breaking News:

Lamongan

Tak Disangka, di Ruangan Inilah Kepala Sekolah Meniduri Calon Siswinya, Modusnya Ganti Seragam

Kepala Sekolah di Jalan Mastrip Gang Made Sebalong, Lamongan, Jawa Timur, bakal lebih lama merasakan hidup di dalam penjara

Nova
Ilustrasi Korban Pelecehan Seksual 

Sebelum kejadian korban belum dapat bertemu Haris. Korban dan anggota keluarganya menginap di rumah pamannya yang berada di lingkungan sekolah tersebut.

Dan baru pukul 10.00 WIB orang tua korban Samsuri baru menemui tersangka di ruang kantor sekolah untuk mendaftarkan anaknya.

Tersangka menerima sepenuhnya, LT sebagai siswa dan santrinya. Keluarga korban pulang ke Blitar dan korban untuk sementara minta ditemani adiknya untuk sementara waktu sebab situasi lembaga masih sepi tidak ada santri karena masih masa liburan.

Korban akhirnya ditemani adiknya dan tinggalah berdua sama sang adik. Ternyata tersangka tahu kalau korban masih menangis meski ditemani adik kandungnya.

Dengan alasan itu, tersangka Haris mengizinkan korban dan adiknya untuk tidur di kamar tamu yang ada di ruangan kantor guru.

Usai Maghrib sekitar pukul 19.30 WIB, tersangka memanggil korban bersama adiknya ke ruang kantor yang berada di dekat pintu masuk.

Korban pun memenuhi panggilan itu dan duduk dilantai menghadap Haris.
Haris bertanya.

"Kenapa tadi menangis, udah gak usah takut. Kalau tidak berani tidur di pondok putri, tidur di kantor. Udah masalah mutasi dan yang lain-lain saya yang atur. Kamu jangan kemana-mana di sini aja gak usah pulang," kata Haris waktu itu.

Entah apa riilnya, Haris kemudian meminta adik korban kembali ke ruang kantor guru dengan alasan ada yang ingin dibicarakan dengan korban.

Tinggalah berdua, dan korban menanyakan. "Mana seragam saya Gus (panggilan Haris, red)," kata LT.

Halaman
1234
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved