Rabu, 22 April 2026

Malang Raya

Kata Polisi, Penyebab Kematian Mantan Wakapolda Sumut seperti Dugaan Wartawan

PENYEBAB KEMATIAN mantan Wakapolda Sumatera Utama, Kombespol Purnawirawan Agus Samad (71). Kata polisi, seperti dugaan wartawan.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: yuli
sri wahyunik
RUMAH MANTAN WAKAPOLDA SUMUT - Polisi memeriksa tempat kejadian perkara (TKP) di Perumahan Bukit Dieng Permai MB-9 Kota Malang, Senin (26/2/2018). 

SURYAMALANG.COM, SUKUN - Polisi belum menyebut tegas penyebab kematian mantan Wakapolda Sumatera Utama (Sumut) Kombespol Purnawirawan Agus Samad (71) hingga Senin (26/2/2018).

Polisi menjawab 'fifty fifty' ketika disinggung apakah Agus tewas meninggal akibat bunuh diri atau karena perbuatan orang lain.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jatim Kombespol Agung Yudha Wibowo dan Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Ambuka Yudha sama-sama melontarkan jawaban 'fifty fifty' alias 50 persen:50 persen.

"Masih fifty:fifty lah, seperti dugaan wartawan," ujar Agung usai memeriksa tempat kejadian perkara (TKP) Perumahan Bukit Dieng Permai MB-9 Kota Malang, Senin (26/2/2018).

Jawaban Agung ini dilontarkan ketika ditanya wartawan apakah Agus tewas karena perbuatan diri sendiri atau karena perbuatan orang lain.

Jawaban nyaris senada juga dilontarkan Ambuka Yudha. "50:50, fifty:fifty, terus kami dalami," ujar Ambuka.

Karena masih ada dugaan separo-separo itulah, polisi belum menyimpulkan apa penyebab tewasnya Agus Samad.

Sementara itu, Senin (26/2/2018) polisi kembali memeriksa TKP. Kali ini Direskrimum Polda Jatim Kombespol Agung Yudha Wibowo ikut dalam pemeriksaan itu.

Dari pantauan Surya di rumah duka, belasan polisi dari Satreskrim Polres Malang Kota berada di sekitar rumah itu. Ambuka Yudha memimpin mereka.

Ambuka menyebut kedatangan mereka untuk memperbaiki pintu rumah yang rusak akibat didobrak oleh satpam perumahan setempat, Sabtu (24/2/2018) lalu.

Sore hari, Agung Yudha bersama Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri tiba di rumah duka sekaligus TKP ditemukannya jenazah Agus, Sabtu (24/2/2018).

Sesaat perwira polisi itu datang, anggota Satreskrim Polres Malang Kota mempraktikkan kembali kejadian pendobrakan pintu setelah ada informasi kalau Agus tidak bisa dihubungi.

Satpam perumahan setempat, Gunaryo juga diminta praktik langsung. Ketika itu, Gunaryo-lah yang mendobrak pintu utama berwarna putih itu. Gun mendobrak pintu itu setelah mendapat kabar dari tetangga Agus, Ny Rahma kalau Agus tidak menjawab telepon sang istri, Ny Suhartatik, Sabtu (24/2/2018) pagi. Atas izin Suhartatik, Gun mendobrak pintu itu.

Pintu hanya terkunci di bagian bawah. Salah satu daun pintu terbuka. Saat itulah kemudian diketahui kalau Agus meninggal dunia di halaman belakang rumah tersebut.

Seperti diberitakan polisi menemukan ceceran darah, silet, dan tubuh Agus yang terikat tali rafia. Kedua pergelangan kaki Agus terikat tali rafia. Ujung tali rafia itu terikat di pagar balkon lantai 3 rumah itu.

Setelah memeriksa TKP dan meminta keterangan enam orang saksi, polisi masih pada kesimpulan 'separo-separo'. Ketika Surya bertanya apa latar belakang Agus sehingga polisi menduga ia bunuh diri. Ambuka menjawab motif itu bisa apa saja.

"Bisa ada beberapa, itu yang sedang kami dalami," ujarnya. Motif itu bisa jadi yang bersangkutan sakit, atau juga ada persoalan keluarga. Sakitnya Agus dibuktikan dengan ditemukannya aneka obat di rumah itu yang dikonsumsi Agus. Sedangkan apakah ada persoalan keluarga, polisi belum menyentuh indikasi itu karena masih meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk dari sang istri, Ny Suhartatik.

Ketika dikonfirmasi tentang analisa polisi perilah tali rafia di kaki Agus yang ujungnya terikat di pagar balkon lantai 3, Ambuka menjawab pihaknya juga masih mendalami itu. "Itu juga masih kami dalami. Apa fungsi tali rafia itu. Kami masih periksa saksi-saksi. Karena kami akui, kasus ini sangat minim saksi," tegas Ambuka.

Dugaan bunuh diri itu, sedikit terbantahkan dengan kondisi tubuh korban yang terikat tali rafia itu. Karena ada dua hal yang 'terlihat janggal itulah polisi belum sampai kepada satu kesimpulan terkait penyebab kematian Agus.

Ambuka menambahkan, pihaknya juga masih memeriksa silet berlumuran darah yang ditemukan di atas galon ruang makan rumah tersebut. Polisi kesulitan mencari sidik jari di silet itu, namun akan terus diteliti. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved