Breaking News:

Blitar

Pemkot Blitar Izinkan Hanya 30 Unit Mobil untuk Taksi Online

#BLTIAR - Dinas Perhubungan hanya memberi kuota 30 unit kendaraan untuk taksi online di Kota Blitar.

SURYAMALANG.COM/Faiq Nuraini
Stiker Taksi Online 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Blitar membatasi jumlah angkutan umum berbasis aplikasi atau taksi online yang beroperasi di wilayah Kota Blitar.

Dishub hanya memberi kuota sebanyak 30 unit kendaraan untuk taksi online di Kota Blitar.

"Kuota taksi online di Kota Blitar kami batasi hanya untuk 30 unit kendaraan," kata Kepala Dishub Kota Blitar, Priyo Suhartono, Selasa (27/2/2018).

Priyo mengatakan sampai sekarang belum tahu jumlah taksi online yang beroperasi di wilayah Kota Blitar. Dishub belum melakukan pendataan jumlah taksi online di Kota Blitar. Dia memperkirakan jumlah taksi online yang sudah beroperasi lebih dari kuota yang ditentukan Dishub.

"Sampai sekarang belum ada data taksi online resmi yang masuk ke kami. Untuk itu, kami meminta pengelola taksi online segera mengurus izin," ujar Priyo.

Pengurusan izin taksi online tetap berada di Dishub Provinsi Jatim. Salah satu syarat untuk pengurusan izin, pengelola harus melakukan uji kir. Proses uji kir dilakukan di Dishub kota/kabupaten.

"Sudah ada delapan kendaraan pribadi yang mengajukan uji kir di Dishub Kota Blitar untuk mengurus izin," ujarnya.

Dikatakannya, sekarang pemerintah masih memberi toleransi untuk taksi online yang belum mengurus izin. Toleransi ini untuk memberi kesempatan bagi pengelola agar segera mengurus izin. Untuk itu, Dishub belum melakukan penertiban terhadap taksi online yang belum berizin.

"Saya tidak tahu sampai kapan batas toleransinya, tapi kami mengimbau agar pengelola segera mengurus izin," ujarnya.

Saat ini angkutan online juga mulai berkembang di Kota Blitar. Tetapi, Dishub menyebutkan sejumlah angkutan online yang saat ini beroperasi statusnya liar karena belum memiliki izin.

Sejumlah angkutan online melanggar aturan saat beroperasi. Misalnya, mereka tidak memakai atribut atau tidak mengenakan tanda sebagai angkutan umum. Armada yang digunakan untuk angkutan online seharusnya diberi stiker.

SIM yang digunakan driver juga tidak sesuai aturan. Para driver memakai SIM A pribadi bukan SIM A umum. Selain itu, kendaraan pribadi yang digunakan untuk angkutan online juga belum melakukan uji kir.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved