Surabaya

Meski Sering Didenda Rp 80.000, Driver Transportasi Online Tetap Penuhi Trotoar

PENGEMUDI TRANSPORTASI ONLINE tahu pasti gelagat akan ditilang jika parkir di bahu jalan yang sebetulnya dilarang.

Meski Sering Didenda Rp 80.000, Driver Transportasi Online Tetap Penuhi Trotoar
nuraini faiq
TILANG - Para pengemudi transportasi online -- motor maupun online-- masih biasa kelesotan dan parkir di sepanjang frontage road Jalan Ahmad Yani, Surabaya. 

Para pengemudi ojek online itu sebenarnya takut jika mereka ditangkap petugas. Mereka juga mengaku tak nyaman karena setiap saat petugas akan melintas dan menangkapi ojek online ini.

"Banyak teman yang ditilang. Dendanya sekitar Rp 80.000," tambah Wahyudi. 

Namun mereka umumnya hapal saat akan kena tilang atau tidak. Kalau petugas Dishub bersama polisi berarti mereka akan menindak dan langsung menilang ojek online atau taksi online yang melanggar parkir. 

Tapi kalau hanya petugas Dishub biasanya ditegur dan diusir. Tidak sampai ditilang. Segera para ojek online itu menjauh dari lokasi sebelum petugas mengusir mereka. 

Salah satu pengguna jasa ojek online mengaku diuntungkan dengan keberadaan ojek online yang dekat lokasi pemesan.

"Tapi saya mendukung agar semua menaati aturan. Sebaiknya para ojek online juga tertib," pinta Kristina. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved