Malang Raya

Siswa SDN Sawojajar Kota Malang Hilang Misterius Selama 5 Hari, Hingga Kini Belum Ketemu

Nurul Khomariyah melaporkan kehilangan anak kandungnya, Raka Bagus Nuryadi ke Polsek Kedungkandang, Kota Malang.

Siswa SDN Sawojajar Kota Malang Hilang Misterius Selama 5 Hari, Hingga Kini Belum Ketemu
IST
Raka Bagus Nuryadi, siswa kelas 6 SDN Sawojajar 1 Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Nurul Khomariyah melaporkan kehilangan anak kandungnya, Raka Bagus Nuryadi ke Polsek Kedungkandang, Kota Malang.

Sebab siswa kelas 6 SDN Sawojajar 1 ini belum pulang ke rumahnya sejak Sabtu (3/3/2018). Jadi sudah lima hari ia tidak pulang sampai Rabu (7/3/2018).

Rumah Nurul di Jl Sawojajar XI saat didatangi pagi nampak sepi. Rumah mungil bercat ungu sepertinya sedang tidak ada penghuninya.

Ada sebuah motor diparkir di halaman rumah. Kunci pagar dalam kondisi tergembok. "Iya benar itu rumah Bu Nurul," jelas tetangga sebelahnya.

Pria itu kemudian masuk rumahnya. SURYAMALANG.COM berusaha memanggil nama Nurul dan mengetuk-ngetuk gembok pagar tidak ada respons.

Keluar dari gang itu, arah sekolah Raka tak jauh. Siswa sedang istirahat jam pertama. SURYAMALANG.COM menemui guru kelasnya yang tak mau disebutkan namanya.

"Sampai Sabtu masih sekolah biasa Raka. Terakhir pakai baju seragam pramuka," jelas guru kelasnya ketika bertemu di ruang guru. Jam sekolah saat itu berakhir pada pukul 11.30 WIB.

Sehari-hari, Raka biasa saja. Rambut dan bajunya rapi di sekolah. Informasi yang ia dapatkan, ia ke arah Pasar Gadang usai pulang sekolah.

"Saya gak tau persisnya apa di areal pasar atau sekitarnya," jelasnya. Gurunya berharap Raka kembali. "Sayang sekolahnya kurang dua bulan. Eman-eman," paparnya.

Sebab siswa kelas 6 baru saja menyelesaikan try out ujian sekolah pertama. Nanti akan ada beberapa ujian untuk ketuntasan kelas 6.

Diceritakan, Raka anak yatim. Ibunya berjualan di Jl Sulfat. Ia punya kakak namun juga bekerja. Sehingga saat pulang sekolah, jika pulang ke rumah tidak ada orang.

"Saya juga sudah pernah menyarankan ibunya agar mengajak Raka jualan usai pulang sekolah sehingga ada temannya. Namun Raka katanya tidak mau," papar guru pria in.

Kadang-kadang kakaknya pada waktu tertentu juga menjemput sekolah. Ia menduga pergaulan di luar sekolah menjadikan Raka terpengaruh.

"Sebagai guru, saya juga sering nasihati ke anak-anak agar pilih-pilih teman. Terutama dengan kelakuannya. Bukan kaya miskin," urainya.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved